Ena dan Ino selalu punya ritual menjelang tidur. Ena selalu minta ditemenin sebelum tidur dan Ino selalu minta punggungnya digaruk, dikipasin, dan minum susu sebelum tidur. Sejak kecil Ena dan Ino sudah aku biasakan minum susu dengan menggunakan gelas. Setelah ASI sampai 2 tahun, disambung sementara dengan botol agar gak terlalu terkejut saat disapih dan kemudian saat 2,5 tahun sudah harus pakai gelas. Awalnya sih nangis terus, karena dengan gelas gak bisa minum dengan santai, sambil tiduran nonton TV, tapi akhirnya mereka mau juga, walau tetap butuh perjuangan selama 2 minggu menahan rengekan anak.
Kebiasaaan minum susu menjelang tidur bukanlah milik Ena dan Ino saja, aku rasa hampir setiap anak punya kebiasaan ini. Ini yang harus diwaspadai para ibu jangan sampai gara gara botol susu anak kita terkena BABY BOTTLE SYNDROME. Weleh..syndromenya tuh bikin ngeri…apa sih syndrome ini….ini dia penjelasannya. Eng ing enggggggg……
Baby bottle syndrome (rampant caries) adalah kerusakan gigi pada anak anak dibawah 3 tahun yang terjadi dengan cepat disebabkan oleh seringnya gigi terkena cairan yang mengandung gula. Gigi yang sering menderita adalah 4 gigi seri atas. Syndrome ini timbul disebabkan oleh kebiasaan anak membawa botol susunya dalam keadaan terisi dengan susu atau jus saat akan tidur, dan kemudian si anak tertidur saat masih minum lewat botolnya. Nah ini nihhhh…karena tertidur maka akan timbul genangan minuman manis yang merendam gigi, dan kemudian gula dalam minuman itu diubah oleh bakteri yang memang sudah ada dalam mulut menjadi asam. Dan…asam inilah yang kemudian merusak gigi anak.

Kadang timbul pertanyaan, “anak saya ngedot dan giginya berlubang, anak mbak fulana kok nggak ya…padahal sehari bisa 4 -5 kali bikin susunya?”. Ini tergantung sekali dengan kebiasaan anak. Saat anak minum susu dalam kondisi sadar, kita dapat memberikannya air untuk diminumnya setelah minum susu, dan air ludah juga dapat membantu membilas gigi yang terkena cairan manis, tetapi pada saat anak tidur, minuman mengenangi mulut dan aliran air ludah sangat berkurang sehingga tidak ada cairan yang mampu membilas gigi dari gula.Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gigi berlubang. Tanda awal dari proses ini adalah adanya bercak yang lebih putih (seputih kapur) pada gigi di daerah sekitar gusi pada 4 gigi depan atas. Pengapuran ini disebabkan oleh proses dekalsifikasi lapisan enamel gigi oleh asam. Jika tidak dirawat maka gigi akan jadi gigis, berlubang, sakit dan pada akhirnya tinggal akarnya saja.

Tidak hanya berhenti di situ, gigi depan yang tinggal akar itu masih dipergunakan oleh anak untuk menggigit, dan makan hingga akar gigi tertekan dan dapat menyebabkan terjadinya abses, dan yang terburuk, akar gigi anak dapat menembus gusi dan bahkan dapat mengoyak mukosa bibir (bibir sebelah dalam).

Jika sudah sampai ada tahap ini, gigi tidak dapat diselamatkan lagi, dan harus dicabut.
Gigi susu penting fungsinya untuk mengunyah dan menggigit makanan, berbicara dengan benar dan menciptakan senyum yang indah dan menggenmaskan bagi anak anak. Tapi fungsi yang paling penting dari gigi susu adalah mempertahankan lengkung dan gigi dan ruang bagi pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi susu tanggal lebih awal dari seharusnya (biasanya mulai tanggal pada umur 6 tahun), maka lengkung gigi akan susah untuk dipertahankan, pertumbuhan rahang jadi kurang maksimal dan pada akhirnya dapat menyebabkan terjadi gigi berjejal alias berlapis lapis. Inilah yang menjadi alasan bagi dokter gigi untuk tetap mempertahankan gigi susu hingga tiba waktu gigi tersebut harus dicabut.
Hmmm…dah panjang banget nih, tapi..sebelum bosen nih yang baca, aku punya beberapa tips untuk menghindari terjadinya Baby Bottle Syndrome ini,
1. Hindari penggunaan gula pada susu atau jus untuk anak.
2. Usahakan anak tetap terjaga saat menikmati minuman dalam botolnya, setelah selesai beri air untuk membilas susu dalam mulutnya.
3. Biasakan anak untuk minum dengan gelas.
4. Bersihkan gigi anak, dengan kain kasa bila anak masih bayi dan ajarkan sikat gigi saat anak mulai mampu.
Menyingung sedikit tentang botol dan kempeng (palcifier), sebaiknya hindari penggunaan pada anak secara berlebihan. Untuk botol berikan saja saat dia perlu, untuk kempeng, maaf..ini sih tak ada gunanya. Kempeng selalu dikombinasikan dengan madu dalam penggunaannya dimasyarakat kita, selain dapat merusak gigi, penggunaan kempeng dan botol ini juga dapat merusak struktur bibir. Jika anak sudah sangat terbiasa menggunakan dua benda ini, bibir anak bisa terangkat dan akhirnya akan memberikan ekspresi yang buruk pada wajahnya…
Hmmm..dah panjang banget…aku sudahin aja dulu. Kalau ada yang penasaran pengen kasih masukan, plisss….kasih komen aja ya….sama sama nih kita belajar disini….
Dedecated for IBSN : Berbagi itu Indah, walau apapun bentuknya….








