Kamis, 28 Agustus 2008

IBSN : Aku Mau Botolku…..!!!


Ena dan Ino selalu punya ritual menjelang tidur. Ena selalu minta ditemenin sebelum tidur dan Ino selalu minta punggungnya digaruk, dikipasin, dan minum susu sebelum tidur. Sejak kecil Ena dan Ino sudah aku biasakan minum susu dengan menggunakan gelas. Setelah ASI sampai 2 tahun, disambung sementara dengan botol agar gak terlalu terkejut saat disapih dan kemudian saat 2,5 tahun sudah harus pakai gelas. Awalnya sih nangis terus, karena dengan gelas gak bisa minum dengan santai, sambil tiduran nonton TV, tapi akhirnya mereka mau juga, walau tetap butuh perjuangan selama 2 minggu menahan rengekan anak.
Kebiasaaan minum susu menjelang tidur bukanlah milik Ena dan Ino saja, aku rasa hampir setiap anak punya kebiasaan ini. Ini yang harus diwaspadai para ibu jangan sampai gara gara botol susu anak kita terkena BABY BOTTLE SYNDROME. Weleh..syndromenya tuh bikin ngeri…apa sih syndrome ini….ini dia penjelasannya. Eng ing enggggggg……

Baby bottle syndrome (rampant caries) adalah kerusakan gigi pada anak anak dibawah 3 tahun yang terjadi dengan cepat disebabkan oleh seringnya gigi terkena cairan yang mengandung gula. Gigi yang sering menderita adalah 4 gigi seri atas. Syndrome ini timbul disebabkan oleh kebiasaan anak membawa botol susunya dalam keadaan terisi dengan susu atau jus saat akan tidur, dan kemudian si anak tertidur saat masih minum lewat botolnya. Nah ini nihhhh…karena tertidur maka akan timbul genangan minuman manis yang merendam gigi, dan kemudian gula dalam minuman itu diubah oleh bakteri yang memang sudah ada dalam mulut menjadi asam. Dan…asam inilah yang kemudian merusak gigi anak.

Kadang timbul pertanyaan, “anak saya ngedot dan giginya berlubang, anak mbak fulana kok nggak ya…padahal sehari bisa 4 -5 kali bikin susunya?”. Ini tergantung sekali dengan kebiasaan anak. Saat anak minum susu dalam kondisi sadar, kita dapat memberikannya air untuk diminumnya setelah minum susu, dan air ludah juga dapat membantu membilas gigi yang terkena cairan manis, tetapi pada saat anak tidur, minuman mengenangi mulut dan aliran air ludah sangat berkurang sehingga tidak ada cairan yang mampu membilas gigi dari gula.Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gigi berlubang. Tanda awal dari proses ini adalah adanya bercak yang lebih putih (seputih kapur) pada gigi di daerah sekitar gusi pada 4 gigi depan atas. Pengapuran ini disebabkan oleh proses dekalsifikasi lapisan enamel gigi oleh asam. Jika tidak dirawat maka gigi akan jadi gigis, berlubang, sakit dan pada akhirnya tinggal akarnya saja.

Tidak hanya berhenti di situ, gigi depan yang tinggal akar itu masih dipergunakan oleh anak untuk menggigit, dan makan hingga akar gigi tertekan dan dapat menyebabkan terjadinya abses, dan yang terburuk, akar gigi anak dapat menembus gusi dan bahkan dapat mengoyak mukosa bibir (bibir sebelah dalam).

Jika sudah sampai ada tahap ini, gigi tidak dapat diselamatkan lagi, dan harus dicabut.

Gigi susu penting fungsinya untuk mengunyah dan menggigit makanan, berbicara dengan benar dan menciptakan senyum yang indah dan menggenmaskan bagi anak anak. Tapi fungsi yang paling penting dari gigi susu adalah mempertahankan lengkung dan gigi dan ruang bagi pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi susu tanggal lebih awal dari seharusnya (biasanya mulai tanggal pada umur 6 tahun), maka lengkung gigi akan susah untuk dipertahankan, pertumbuhan rahang jadi kurang maksimal dan pada akhirnya dapat menyebabkan terjadi gigi berjejal alias berlapis lapis. Inilah yang menjadi alasan bagi dokter gigi untuk tetap mempertahankan gigi susu hingga tiba waktu gigi tersebut harus dicabut.

Hmmm…dah panjang banget nih, tapi..sebelum bosen nih yang baca, aku punya beberapa tips untuk menghindari terjadinya Baby Bottle Syndrome ini,

1. Hindari penggunaan gula pada susu atau jus untuk anak.
2. Usahakan anak tetap terjaga saat menikmati minuman dalam botolnya, setelah selesai beri air untuk membilas susu dalam mulutnya.
3. Biasakan anak untuk minum dengan gelas.
4. Bersihkan gigi anak, dengan kain kasa bila anak masih bayi dan ajarkan sikat gigi saat anak mulai mampu.


Menyingung sedikit tentang botol dan kempeng (palcifier), sebaiknya hindari penggunaan pada anak secara berlebihan. Untuk botol berikan saja saat dia perlu, untuk kempeng, maaf..ini sih tak ada gunanya. Kempeng selalu dikombinasikan dengan madu dalam penggunaannya dimasyarakat kita, selain dapat merusak gigi, penggunaan kempeng dan botol ini juga dapat merusak struktur bibir. Jika anak sudah sangat terbiasa menggunakan dua benda ini, bibir anak bisa terangkat dan akhirnya akan memberikan ekspresi yang buruk pada wajahnya…

Hmmm..dah panjang banget…aku sudahin aja dulu. Kalau ada yang penasaran pengen kasih masukan, plisss….kasih komen aja ya….sama sama nih kita belajar disini….


Dedecated for IBSN : Berbagi itu Indah, walau apapun bentuknya….

Selasa, 26 Agustus 2008

NGisep Jari, jangan ya....Nakkkkkk

Hari ini sebel banget. Napa?..Speedy berubah jadi Slowdy…lemot lambreta lambat.
Bayangin, Cuma mau ‘connect’ aja aku sampe mesti restart komputer 2 kali. Dialog box yang keluar terus error 616 (kalo gak salah itu kodenya): line busy. Sekali bisa connect, ya ampyyunnnnnn…..lambat banget. Gak pernah nih lambatnya kek gini.
Kalo gak gara-gara Desa Mau Mulut dalam kondisi siaga 3 karena terakhir update statusnya di serang, dan takut gudang aku kebobolan lagi karena crannynya gak cukup besar menampung sumber daya, rasanya males banget buka internet. Tapi syukurlah, biar lemot bisa juga nyelamatin sumber daya Desa Bau Mulut dari rampokan Desa Revenge yang kemaren lumayan berhasil merampok dari desa ku. Yawdah…Travian dah kelar. Biar gigit jari tu penyerang gak dapat apa apa kali ini…hehehehhehe.

Omong omong soal gigit jari, aku jadi dapet ide untuk postingan aku kali ini.
Hubungan mengisap jari dengan kerusakan gigi, begitu kira kira themanya..hihihihi, gigi lagi-gigi lagiiiiiiii…..Tapi ini perlu lho…karena kebiasaan satu ini kerap sekali kita temui pada anak anak kita. Pada awalnya kita membiarkan dengan alasan ‘memang begitulah anak-anak’, tapi kemudian kita menjadi cemas saat kebiasaan itu tidak hilang seiring dengan waktu, malah jadi bertambah parah hingga anak tidak bisa tidur kalau tak isap jari misalnya. Kenapa eh kenapa mengisap jari dilarang????Karena eh karena merusak kecantikannnnnn…yahhhh…jadi nyanyi lagu dangdutnya Rhoma Irama…hihihihi.

Yup..menggigit kuku, mengisap jari dan bernafas lewat mulut bisa menyebabkan perubahan susunan gigi yang pada akhirnya dapat mengganggu estetika wajah dan menyebabkan kerusakan gigi. Gimana sih ceritanya…?????

Pada masa kanak-kanak, tulang wajah kita masih dalam pertumbuhan, dimana bila ada gangguan arah pertumbuhan terutama pada mulut maka akan sangat berpengaruh pada struktur susunan giginya.

Anak yang mengisap jari cendrung meletakkan jarinya diantara gigi gigi depannya selama berjam-jam dalam sehari.

Kondisi ini akan menyebabkan tertahannya pertumbuhan gigi gigi depannya oleh jari dan ini akan mengakibatkan beberapa kondisi, seperti gigitan gigi anterior yang terbuka dan gigitan dalam. Variasi cara mengisap jari akan menimbulkan gangguan pertumbuhan yang berbeda pada masing masing anak.

Deformasi pertumbuhan juga akan tampak pada anak yang memiliki kebiasaan mengisap bibir atas, biasanya akan menyebabkan gigitan dengan klasifikan klas III Angle dimana rahang bawahnya akan lebih maju dari rahang atas dan gigi depan atasnya akan masuk ke dalam.

Dan pada anak anak yang mengisap bibir bawah akan menyebabkan timbulnya gigi yang ‘tonggos’ disertai dengan gigitan yang ‘deep over bite’.
Deformasi pertumbuhan gigi juga dapat ditimbulkan oleh pencabutan gigi pada anak anak. Hmmmm…kita akan bahas tentang ini pada postingan aku selanjutnya ya…..sekarang aku dah ngantuk……………..

Sabtu, 09 Agustus 2008

Kok Berdarah ya...???

Lama gak update nih blog, kali ini aku ingin cerita dikit tentang rongga mulut dan orang hamil. Kenapa mesti orang hamil sih??? Abis…aku baru ketemu pasien dengan kondisi mulut yang memprihatinkan, dan pasien itu sedang hamil, dan ini memberi aku inspirasi untuk mengangkat topik ini dalam postingan aku kali ini…duh…. Panjang banget penjelasannya…

Tak seperti orang kebanyakan, orang hamil memiliki kecendrungan yang lebih tinggi untuk menderita pendarahan gusi dimana pendarahan itu akan berkurang dengan sendirinya setelah sang ibu melahirkan. Radang gusi pada orang hamil ini disebabkan oleh peningkatan vaskularisasi alias peredaran darah pada gusi, sehingga dengan sedikit rangsangan saja dapat menyebabkan pendarahan.


Peradangan ini dapat semakin parah jika dalam mulut ibu bersemayam karang gigi yang menjadi tempat tinggalnya kuman bakteri. Bukan hanya karang gigi saja yang memperparah kondisi ini, muntah-muntah yang biasanya di alami oleh ibu hamil juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan peradangan dan merusak gigi. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan keasaman dalam mulut jika sang ibu muntah. Meningkatnya keasaman dalam rongga mulut dapat mempengaruhi kerentanan gigi terhadap serangan karies atau gigi berlubang.


Selain gusi yang berdarah, perubahan hormon pada ibu hamil juga dapat menyebabkan timbulnya pregnancy tumor.Perempuan yang memiliki riwayat penyakit gusi memiliki resiko yang lebih besar untuk menderita pregnancy tumor. Kombinasi perubahan hormon, dalam hal ini meningkatnya progesteron, dan kebersihan mulut yang buruk tidak hanya dapat menimbulkan pregnancy tumor tetapi juga radang gusi (gingivitis) dan radang jaringan periodontal (periodontitis).



Beberapa hal perlu dilakukan ibu hamil untuk mencegah kerusakan gusi dan gigi pada saat kehamilan.
1. Bila muntah, segera kumur dengan air hangat.
2. Jangan mengunyah permen untuk menghilangkan rasa ingin muntah.
3. teratur menyikat gigi.
4. Hindari makan makanan yang asam, karena akan meningkatkan keasaman dalam rongga mulut. Kalau ingin mangga, pilihlah mangga yang sudah matang dan manis.
5. Segera menyikat gigi setelah mengkonsumsi makanan manis, karena makanan manis akan diurai bakteri dan pada akhirnya juga akan meningkatkan keasaman rongga mulut.
6. Konsumsi vitamin C yang cukup, karena dapat menguatkan dinding pembuluh darah sehingga tidak mudah pecah dan menyebabkan pendarahan gusi.

Jumat, 11 Juli 2008

Odontektomi

Anda ingin mendadak Chubby????
Gak perlu operasi plastik, cukup lakukan saja odontektomy (bedah minor pengambilan gigi geraham terakhir), dijamin besok anda akan chubby...hihihihii......Pipi chubby dadakan tu sekarang sedang menghinggapi Mely. Pipinya bengkak di sebelah kanan. Gimana pun patennya yang mengodontektomi tu...pipi pasti bengkak.

Dari beberapa bulan lalu Mely memang sudah merencanakan untuk mengodontektomi giginya, karena takut kalo dibiarin terus nanti malah sakit dan biaya juga jadi bengkak. Tapi baru kemaren bisa terlaksana berhubung kerjaan kantornya lagi sepi...(pasar kaliiii...). Jadi pergilah kami ke kampusku tercinta, FKG USU, dan ketemu dengan Drg. olivia hanafiah alias kak lili yang kakak kelasku jaman kuliah dulu. Dan setelah menunggu selama 2 jam karena ruang bedah dipakai drg. Eddy, akhirnya kami pun masuk ruangan. Dan dilakukanlah ritual odontektomi.

"Kak Maria, hari ini terhormat kali kita, di assisterenin dokter senior..." kata kak lili ka kak maria sang perawat bedah mulut, canda kak Lili mengomentari aku yang jadi asisterennya kali ini,"aduh kak...diminta tiap haripun aku maulahhhh....sambil nyuri-nyuri ilmu hihihihi...." jawabku setengah bercanda, dalam hati sih serius..hihihihi...yahhh..dari assisteren itulah banyak ilmu tentang bedah mulut bisa diperoleh.

Lumayanlah..nambah-nambah ilmu karena beberapa tips diberikan kak Lili yang SpBM sehingga menambah semangatku untuk melakukan odontektomi sendiri dilain waktu. Kasus-kasus ringan sih, bolehlah aku kerjakan, tapi kalo yang berat, mending rujuk ajalahhhh...resikonya itu lhoooo.....

By the Way...kenapa sih mesti odontektomi?
Kondisi gigi seperti digambar (gigi geraham terakhir yang miring) tersebut sering membuat rasa sakit yang terasa hingga ke telinga, bisa menyebabkan sakit kepala, bahkan pundak bisa juga ikut sakit.Geraham terakhir seperti itu, tak akan bisa tumbuh normal, dan untuk menghilangkan rasa sakitnya harus dilakukan pembedahan odontektomi itu tadi.

Jadi...sekarang coba di cek di mulut masing masing, berapa jumlah geraham anda? 2 atau 3? Kalau 2, anda harus waspada karena bisa jadi geraham yang ketiga masuk dalam golongan gigi yang terpendam.

Sekedar saran nih, kalau belum tumbuh, ada baiknya di rontgen aja dulu..biar ketahuan tuh gigi gimana posisinya.:)