Kamis, 24 April 2008

Harga Suatu Kebohongan

Suatu hari saat aku kelas 2 SMP

Siang itu sepulang sekolah, kami latihan menari. Rencananya untuk manggung di pesta perpisahan kelas 3 SMP aku tercinta. Latihan yang direncanain Cuma sebentar, nyatanya jadi molor, dan selesai latihan, keringatpun bercucuran, dan rasa haus begitu mendera. Hari itu lumayan panas, ditambah saat itu bulan ramadhan. Beberapa temen ngajak ke rumah Nona yang rumahnya sekitar 50 meter dari sekolah.
Awalnya sih Cuma ngobrol, tapi tak lama ada yang nyeletuk..”haus kali, ya…?”, ntah siapa yang nyeletuk, aku tak ingat lagi. Tapi akhirnya semua pada minum di rumah itu, termasuk aku, padahal aku puasa (weleh weleh weleh).
Tak lama tiba di rumah (saat SMP aku tinggal dengan bude), bedug magrib berkumandang….bude nanya..”buka Pop?”, aku manut aja. Minum teh manis hangat yang udah disiapinnya.
Yah….hari itulah…saat pertama dan terakhir aku bohong soal puasa. Abis itu…tobattttttt….karena satu kebohongan selalu diikuti oleh kebohongan lainnya.

0 komentar: