Tahun 2003, aku merawat seorang bapak berumur sekitar 65 tahun. Bapak itu minta seluruh giginya dicabut karena sudah tidak layak pakai karena gigi yang sehat sudah goyang dan yang lainnya tinggal akar. Setelah selesai pencabutan, si bapak sangat ingin untuk dibuatkan gigi palsu. Si bapak ingin agar gigi palsu segera dibuatkan karena dia ingin menghadiri acara wisuda anaknya di
Medan. Setelah aku hitung-hitung, dengan pencabutan dua gigi per empat hari, target yang di minta si bapak tidaklah tercapai. Jadi pada pertemuan pertama itu, aku menolak untuk mencabut giginya lebih dari dua gigi dengan alasan sembuhnya luka akan menjadi lebih lama jika aku melakukan multiekstraksi, setelah pencabutan aku minta si bapak kembali 4 hari lagi. Tapi 3 hari setelah pencabutan si bapak sudah kembali ke puskesmas tempat aku bekerja, dan luka pasca pencabutan kemarin sudah kering. Aku terkagum kagum, sebab dari pengalaman aku yang masih sedikit rasanya tak mungkin obat dari puskesmas mampu memberikan penyembuhan luka seperti itu. Aku tanyakan ke si Bapak, bagaimana bisa luka pasca pencabutannya begitu cepat sembuh. Dia bilang dengan daun sirih…wah..wah…wahhh…
Jadi, dari puskesmas gigi lubang bekas cabut gigi si bapak aku sumbat pake kapas yang harus terus digigitnya selama 30 menit, tapi begitu nyampe rumah..tu kapas digantinya dengan gulungan daun sirih yang sudah diremas dan digigitnya…hasilnya perdarahan jadi cepat berhenti dan luka jadi cepat sembuh…
Sekarang….biar beberapa pasien aku terbengong-bengong dan berpikir kalo aku ini ‘terkun’ alias dokter dukun gara gara aku suka make daun sirih yang memang sudah tumbuh jauh sebelum aku jadi dokter gigi di belakang rumahku, aku gak peduli, yang penting luka pasca pencabutannya jadi lebih cepat sembuh….selain itu, untuk pasien-pasien dengan kondisi gusi yang gampang berdarah karena radang gusi, aku juga nyaranin untuk merebus 7 helai daun sirih yang aku berikan dalam satu setengah gelas air untuk dipakai sebagai obat kumur pasca penskelingan gigi…aku pikir sih, toh daun sirih sudah terbukti khasiatnya dan tidak mengandung bahan bahan kimia, jadi lebih aman untuk dikonsumsi…yahhh itung – itung ‘back to nature’lahhhh……
BTW….thanks Pak…..(maaf Pak…aku lupa nama bapak….)….
1 komentar:
alo mba popy, saya naya...
mau nagih konsultasi gratis nih, hehe....
btw mba drg umum or sp nih? ceritanya aku skrg lg make splint, krn gigi geraham bawah sebelah kanan dan kiri ompong, gigi sebelahnya jd miring, dan gigi yg diatas gigi ompong itu jd modot/memanjang krn ga ada kontak...
jd aku mau pasang gigi palsu, tp aku bingung, krn ada yg nyaranin pake Bridge metal porselen dan ada juga yg nyaranin Falplas (tulisannya bener ga y?), klo menurut mba gmn? trus apa kelebihan dan kekurangan masing-masing.....
ditunggu replynya ya mba, thx sebelumnya....
rgds,
naya
Poskan Komentar