Senin, 28 April 2008

Lemari obat

suatu malam, aku terbangun karena gak biasanya ulu hati nyeri banget...
liat lemari obat....
syukur ada antasida....alias obat penetral asam lambung...
Nah....aku pikir gak ada salahnya kalo sesekali kita merhatiin si lemari obat.
Jangan dibiarin kosong..karena kita juga yang bakal menderita kalo gak tau mesti ngisinya dengan apa....

  1. Cairan pencuci luka (rivanol), perban dan plaster...kalo ada yang ribut kali tinggal di plaster...hehe gak lah..dah pada taulah tentu aja dengan temennya si betadine. Ini untuk luka terbuka...kalo lecet. lebih bagus sediain bioplacenton..lecet yang perihnya gimanapun...yang satu ini gak terasa..selain itu...yang satu ini bisa ngilangin bekas lukanya juga lho...juga bisa buat luka bakar...multifungsikan...(buat yang punya anak kecil kayaknya kudu punya lah)..bukannya iklan ya...
  2. Obat demam, bisa apa aja...asal diperhatikan kandungannya biasanya parasetamol, atau asetaminofen. kalo kandungannya vit C, itu sih vitamin C bukan obat demam ya..hehehe
  3. Antibiotik..sedapat mungkin ada amoksisilin...siapa tau ada yang sakit gigi malem-malem..pake ponstan aja gak bakal sembuh, kombain dengan amoks akan lebih baik...besoknya ke dokter ya...Selain itu amoks juga bisa untuk infeksi saluran pernafasan atas, kombain dengan parasetamol parasetamol, nyeri sal nafas atas bisa lebih tertolong...abis itu..tetap aja ke dokter...kalo gak ilang rasa sakitnya
  4. Obat sakit kepala...bisa aja antalgin, atau yang ada asam mefenamatnya..kayak ponstan gitu....yang ini kudu...soalnya sakit yang paling sering kan sakit kepala ama PANU...hehehe. Parasetamol juga bisa untuk ngilangin pusing tu.
  5. Obat sakit perut...ini tipe sakitnya beda-beda ya..tapi bisa aja digolongkan dalam dua golongan besar..untuk MC ama untuk asam lambung...Kembung perut atau muntah bisa dibantu dengan minum antasida (promag, semacamnyalah)..mules...bisa pake diatab atau entrostop, diapet juga bagus tuh

Jangan sepele lho....
Lemari obat atau apa ajalah judul si tempat obat..jangan sampe kosong...
Gak perlu beli se kotak untuk stok...tiap jenis obat ada 4 biji aja dah cukup, tapi kalo antibiotik kita mesti habiskan 10 biji dalam 3 hari. Oya, dan jangan lupa untuk mengecek expired date obatnya ya...Akan sangat terasa manfaat isi lemari obat, saat kita sakit diwaktu yang tak terduga, seperti tengah malam misalnya.




Gigiku kok jadi kuning, yaaa...?

Banyak pasien di praktek selalu menanyakan,
"dok, gimana ya gigi saya ini biar bisa putih...makin tua kok makin kuning ya..?".
Pertanyaan seperti ini gak sekali dua kutemui di praktek...seperti apa sih sebenarnya warna gigi bisa berubah?

Pada dasarnya warna gigi manusia punya banyak gradasi, mulai dari putih mutiara hingga putih kecoklatan. Warna gigi juga akan semakin kontras sesuai dengan warna kulit si empunya. Orang kulit hitam biasanya lebih cendrung memiliki gigi yang lebih putih dibanding orang yang berkulit putih.

Penyebab perubahan warna gigi bisa macam-macam, mulai dari pemakaian antibiotik (tetrasiklin) pada masa kanak-kanak, hingga ke penggunaan air dengan kandungan mineral tertentu dalam kadar yang tinggi (fluor yang bisa menyebabkan timbulnya stain kecoklatan).
Penyebab yang sering muncul adalah discolorisasi gigi yang disebabkan oleh bahan-bahan makanan atau rokok yang sering digunakan. Penghisap rokok akan selalu mengeluhkan giginya menjadi lebih kehitaman setelah sekian tahun merokok. Stain (noda hitam) pada gigi yang sering terbentuk pada perokok biasanya memiliki kecendrungan untuk menyebabkan warna gigi berubah menjadi lebih kuning dari sebelumnya.

Apapun yang terjadi dengan warna gigi, ilmu kedokteran gigi punya cara untuk meringankan atau menghilangkan warna gigi yang mengganggu, mulai dari membersihkan karang gigi yang dapat langsung merubah performa gigi kita, hingga ke pelapisan gigi dengan bahan tambal/veneer sehingga gigi yang kecoklatan pun bisa tambil kinclong.
Apa yang mesti dilakukan bagi temen-temen perokok?

Pertama, lakukan pembersihan karang gigi secara berkala, sehingga karang gigi hilang dan stain gak sempat merajalela dan menyebabkan perubahan warna pada email gigi. Kalau performa gigi belum cukup memuaskan alias kurang kinclong, alternatif yang bisa dilakukan adalah melakukan dental bleaching alias pemutihan gigi dengan bahan kimia. Tindakan ini bisa kita lakukan sendiri di rumah atau dilakukan dokter gigi.

Tapi jangan mengharapkan hasil bleaching yang dilakukan akan terus bertahan, karena perubahan warna kembali akan terjadi kalau kita terus melakukan kebiasaan merokok atau minum kopi misalnya.

Buat temen-temen yang punya masalah dengan perubahan warna yang disebabkan oleh tetrasiklin, bisa punya gigi yang bagus lho..! caranya, pertama tetap lakukan pembersihan karang gigi, kemudian bikin janji dengan dokter gigi untuk melakukan pembuatan veneer alias pelapisan mahkota gigi dengan bahan tambal. Untuk metode ini, lapisan email gigi sebelah depan akan dibor sedikit untuk memberikan tempat bagi bahan tambalnya, terus bahan diaplikasikan, hasilnya bisa bagus banget, lho....

Kayaknya infonya cukup dulu ya... kalau ada yang mo nanya-nanya, boleh banget...kalo ada yang punya teori terbaru juga sangat ditunggu masukannya...

Jumat, 25 April 2008

Nona Serba Salah

Tidak hanya aku, suami dan anak anak saja yang tinggal di rumah kami tetapi ada juga adik aku, Mely dan adik ipar aku, Try, yang umurnya sebaya ikut tinggal bersama kami. Mely, paling sering aku omelin gara-gara sifatnya yang cendrung tak kumengerti.

Pagi Ini, pukul 8.15 WIB
“Mbak, si mas gitulah dia, gak telepon-telepon, mentang mentang mau datang ke Medan
Seminggu yang lalu,
“Mbak, kekmananya si mas itu?, masak tidur terus di telepon, mana tahan aku kek gitu!”
Tiga hari yang lalu
“Mbak, si mas tu kekmana sih, telepon sebentar aja, abis itu udahan, teleponnya ditutup”
Finally, aku gak tahan dan nyeplos,
“acemnya ko ni, ditelepon salah, tak ditelepon salah, Si mas tidur ditelepon marah, si mas nelepon sebentar karena takut ketiduran lagi di telepon, salah. Jadi…apa sih maunya Mel?”, aku nyolot.
“Ntah lah, aku pun bingung” katanya sambil tersenyum. Nah..lhooooo

Sekitar 1 jam abis cerita soal mas-nya, Mely ngupas mangga.
“Mbak, ini mangga jatuh kemaren ya? Gak enak lagi, dah hambar…” katanya sambil makan mangga yang jatuh dari pohonnya kemaren. Mangga matang.
Lima hari yang lalu…
“Mbak, ni mangganya baru di petik ya…masih agak asem….”
Halahhhhh…komeng…komeng…

Beberapa hari yang lalu (Dah lupa tepatnya…)
Aku beli kedele rebus…(kacang bulu, kata bang Eja)
“Mbak kedelenya tua kali, nggak enak lagi…..” kata mely sambil terus makan kacang tu kedele.
Empat hari yang lalu…
“Mbak kedelenya enak ya..masih muda, manis…tapi ada yang anget nggak ya…?”tanyanya dengan cueknya..
(GGRRRRRR)“Rebus sendiri, biar bisa dapat yang muda dan anget….!” Kataku kemudian…..


Gitupun, aku sayang dia, walaupun terpaksa….(hahahahahahhahahaha) andai saja ada stok adek lain yang gak terlalu menyebalkan kayak dia…tapi Ya udahlah…punya satu adek perempuan aja dah pusing dan sering sebel..apa lagi 3 atau 4…ampunnnnnnn…..

Kamis, 24 April 2008

Harga Suatu Kebohongan

Suatu hari saat aku kelas 2 SMP

Siang itu sepulang sekolah, kami latihan menari. Rencananya untuk manggung di pesta perpisahan kelas 3 SMP aku tercinta. Latihan yang direncanain Cuma sebentar, nyatanya jadi molor, dan selesai latihan, keringatpun bercucuran, dan rasa haus begitu mendera. Hari itu lumayan panas, ditambah saat itu bulan ramadhan. Beberapa temen ngajak ke rumah Nona yang rumahnya sekitar 50 meter dari sekolah.
Awalnya sih Cuma ngobrol, tapi tak lama ada yang nyeletuk..”haus kali, ya…?”, ntah siapa yang nyeletuk, aku tak ingat lagi. Tapi akhirnya semua pada minum di rumah itu, termasuk aku, padahal aku puasa (weleh weleh weleh).
Tak lama tiba di rumah (saat SMP aku tinggal dengan bude), bedug magrib berkumandang….bude nanya..”buka Pop?”, aku manut aja. Minum teh manis hangat yang udah disiapinnya.
Yah….hari itulah…saat pertama dan terakhir aku bohong soal puasa. Abis itu…tobattttttt….karena satu kebohongan selalu diikuti oleh kebohongan lainnya.

Telat lagi….telat lagi….

Suatu hari saat aku kelas 6

Hari itu aku terlambat lagi. Untungnya Pak Regar belum masuk. Jadi aku bisa leluasa masuk kelas tanpa takut kena setrap. Aku adalah murid yang paling sering terlambat. Kenapa? Karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan sebelum pergi sekolah.
Hmmm..kisah kebanyakan orang susah yang mengejar cita-cita… (hihihihi) Sebenarnya, kalau dibilang susah, ortu aku bukanlah termasuk di jajaran orang susah di jaman itu, tapi ortu aku tidak mendidik anaknya seperti kebanyakan orangtua. Setiap hendak berangkat sekolah, aku dan mas harus menyiapkan es loli yang akan dititipkan di beberapa kedai/warung yang berada 3 tempat sepanjang perjalanan ke sekolah. Setelah mas lulus SD, dan tinggal dengan nenek, otomatis tugas yang selama ini dibagi dua menjadi tanggung jawabku seluruhnya. Sebenarnya sih, sebelumnya tugas itu dilakukan oleh orang suruhan ibu, tapi ibu bilang dia suka nilep setoran. Alhasil, akulah yang menggantikan orang itu.
Aku berangkat lebih pagi dari teman teman aku, tapi tiba di sekolah selalu yang terakhir, itu karena aku harus berhenti di 3 tempat itu. Waktu itu, aku sering menggerutu, dan iri melihat teman-temanku bisa jalan melenggang tanpa beban. Pernah suati hari, aku menangis, karena hari itu ujian, sedangkan aku tetap mesti singgah di 3 tempat itu. Aku tak pernah berani protes kepada ibuku.

Cerita yang sama berulang lagi saat aku SMA dan Kuliah.

Di SMA, aku tak akan pernah bisa beli baju dengan hanya minta uang dari orang tuaku. Biasanya ibu selalu memberiku uang dalam bentuk mentah (yang benar-benar mentah). Uang itu bisa saja masih berbentuk buah kopi, yang mesti aku kuliti dulu baru bisa dijual dan dapat uang. Atau buah melinjo atau apalah yang harus dijual dulu baru bisa dapat uang.
Saat kuliah, ibu tidak bisa memberikan mentahnya lagi, karena sudah begitu besar biaya bulanan yang harus dikeluarkan untuk aku dan adik-adikku, jadi aku harus bisa mencari sendiri kekurangan uang bulanan dan biaya untuk koass yang sangat mencekik leher itu. Mulai dari jadi tukang kredit hingga tukang goreng pisang pernah aku jalani.
Tapi profesi yang paling membuat aku bangga adalah jadi tukang terjemahan di kampus. Setidaknya dengan profesi sampingan itu, biaya kuliah banyak terbantu, dan bisa bantu temen temen dengan biaya yang sangat bisa mereka jangkau.
Saat kuliah itulah aku baru menyadari, manfaat didikan yang aku dapat saat SD itu. Aku tak lagi mengenal rasa malu atau gengsi karena mengerjakan hal-hal yang dianggap orang sepele, yang penting aku bisa lulus dari FKG. Aku jadi lebih kuat dan tabah untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Dan aku jadi lebih bangga dengan apa yang aku miliki, tidak terlalu bagus memang, dan tidak bermerk, tapi itulah hasil keringatku. Tidak merengek, tidak minta ke orang tua.
Tapi begitupun, aku sangat tidak ingin anak-anak aku mengalami apa yang aku alami. Walaupun mereka harus dididik memiliki mental yang kuat. Tapi masih banyak cara untuk mencapai itu tanpa mesti telat ke sekolah dan telat wisuda…

Sumur itu nyaris membunuhku

Suatu hari saat aku kelas 1 SD

Bangun pagi, terus berlomba ke kali bersama bapak, dan mas Nanang. Lomba mandi dengan si Mas, yang menang adalah yang cepat selesai mandi, sikat gigi dan bersih. Kenapa mesti lomba? Karena yang cepat selesai berhak pulang dengan memakai sarung yang dikenakan bapak pas berangkat ke kali (saat itu rasanya bangga sekali….). Tu sarung bermanfaat banget untuk mengurangi rasa dingin abis berendam di kali.
Suatu hari aku kalah, kehilangan sarung dan berjalan paling belakang. Karena malamnya hujan, maka jalan setapak yang melintasi lembah untuk menuju ke kompleks perkebunan tempat kami tinggal , menjadi begitu licin. Aku tergelincir dan kotorlah sandal aku. Yah…daripada kotor lagi tiba dirumah maka aku bergegas ke sumur yang ada di dasar lembah yang setiap pagi selalu dipenuhi oleh ibu mencuci yang mencuci pakaian dan bapak-bapak yang mengambil air bersih. Pagi itu Cuma ada kak susi, tetangga sebelah rumahku. Air sumur tidak terlalu jauh dari bibir sumur dan sumur itu tanpa pembatas yang berarti. Aku pinjam gayung kak susi, dan berusaha mengambil air dengan gayung itu, tapi….gubrak..byur……gak tau kenapa, tiba-tiba aku masuk sumur. Kak susi menjerit panic. Jarak dari sumur ke rumah terdekat sekitar 70 meter. Tapi karena kondisinya kami di dasar lembah sedang rumah di atas lembah, barangkali jeritan kak Susi tak terdengar dari atas.
Cukup lama aku di dalam sumur, menggapai-gapai, sementara kak Susi bingung tak tahu mau berbuat apa. Maklumlah aku taksir sih umurnya baru sekitar 13 tahunan (sekarang sih naksir umurnya, kalo dulu juga gak tau hihihihihi). Akhirnya sang penolongpun datang, seorang Bapak yang aku tak tau siapa namanya. Detil peristiwa patriotic itu aku sudah lupa. Yang pasti hari ini aku bisa duduk disini, didepan PC menceritakan kembali kisah ini.

Sejak itu, aku trauma. Phobia dengan sumur dan ketinggian. Aku berupaya menghadapi phobiaku terhadap ketinggian, tapi sepertinya belum berhasil. Melihat-lihat panorama kota medan dari lantai 6 parkir Thamrin plaza saja aku dah gak berani. Tak usah setinggi itu, naik tangga untuk ganti bohlam aja, kakiku gemetaran. Terkadang aku paksakan juga.
Mulai dari yang tidak terlalu tinggi, tapi susah ya….ternyata…

Senin, 21 April 2008

Gigi patah ??? Tak usah cemas......

Siapapun tidak menghendaki terjadi kecelakaan pada dirinya, namun yang namanya na'as selalu tidak dapat kita hindari. Selain menyebabkan luka, kecelakaan juga selalu menimbulkan trauma yang mendalam pada seseorang.
Kecelakaan tidak saja dapat menimbulkan luka yang serius pada permukaan tubuh, tetapi rongga mulut juga selalu menjadi bagian yang terimbas dari sebuah kecelakaan. Imbas itu beragam, mulai hanya terasa nyeri pada gusi yang tergesek, gigi yang ngilu pasca kecelakaan, gigi goyang, gigi yang patah bahkan gigi yang langsung terlepas di tempat kecelakaan terjadi. Banyak orang tidak mengerti apa yang akan dilakukan dokter gigi pasca kecelakaan yang melibatkan gigi. Ketidaktauan kita selalu menyebabkan kita berpikir bahwa kita akan kehilangan gigi dan membayangkan betapa malunya bila harus tampil tanpa gigi selama beberapa waktu.
Sekecil apapun akibat yang terjadi pada gigi, sebaiknya segera di cek ke dokter gigi terdekat. Karena ngilu, kegoyangan atau patah yang terjadi pada gigi itu masih dapat diperbaiki.

Perawatan berikut biasanya dapat menjadi pilihan untuk perawatan gigi kita selanjutnya :
  • foto rontgen : hal ini mutlak dilakukan untuk melihat kondisi gigi dan tulang pendukungnya
  • Pengikatan Gigi : hal ini biasanya dilakukan pada gigi yang mengalami kegoyangan yang parah
  • penambalan gigi : hal ini dilakukan untuk menyambung bagian gigi yang patah.
  • Jacket crown :ini dapat menjadi perawatan pilihan apabila gigi yang patah sudah sangat parah atau perawatan dengan penambalan diperkirakan tidak akan cukup kuat untuk menahan beban pengunyahan. Ini juga dapat dilakukan pada gigi patah yang hanya menyisakan akar saja, dimana akar gigi yang tinggal berfungsi sebagai retensi.
  • Immediate denture : pembuatan gigi palsu jenis ini dilakukan apabila gigi tidak lagi dapat diselamatkan dan pasien tidak ingin tampak ompong di depan publik. Perawatan dilakukan dengan mencabut gigi dan gigi palsu langsung dipasangkan tanpa menunggu penyembuhan luka.
Jadi..............gigi patah..tak perlu dicemaskan. Tehnologi saat ini membuat kita mampu tetap tersenyum lebar, walau kemarin gigi depan patah dan mengurangi senyum kita....


Selasa, 15 April 2008

7 April 2008

Apa yang terjadi 7 April yang lalu?
Tak ada apa-apa. Sama seperti tahun lalu. Tahun ini anak-anak adem ayem. Bang EJa dah ngingetin anak anak hari apa tanggal 7 April, tapi anak anak kayaknya kurang ngeh tuh..duhhh sedih juga sih...tapi sorenya, pas papanya gak ada, si kakak bilang, "Ma, hari ini kita gak masak apa apa?Kan mama ulang tahun..." trus adek nimpalin...."Ma, ino mau kado ya Ma...Ino kan ulang tahun juga.."(ino selalu ngerasa Ultah orang lain adalah ultahnya juga hehehe). Finallyyyyyy ...........setelah aku tunggu seharian akhirnya anak anak inget juga.
Walaupun ada embel embel yang membuat mereka inget, tapi mereka "emmaaahhhh" pipi aku juga.
Hari itu berlalu tanpa kado...yahhhh dah 34 masih ngarep kado jua (teteppppppp). Tahun lalu, bang Eja minta budget khusus untuk beli kado aku. Tapi gitu aku cairkan budgetnya...dan mereka pergi beli kado tanpa menyertakan aku (karena katanya mau bikin surprise), akhirnya....aku gak dapet kado juga.....(hikshikshiks). Pulangnya mereka malah bawa mainan untuk ena dan ino..yahhhh...buat aku manaaaa?Bang Eja bilang, gak ada yang bagus. Halahhhh
8 April lalu, aku flu. Kepala yang sakit bikin aku males jemput si kakak dari sekolahnya, akhirnya aku bangunkan abang dan dia yang jemput Ena. Karena lama sekali baru pulang, bisa aku tebak, dia pasti pergi ke tempat lain. Dan aku tau untuk apa. Dia beliin aku kado...asyikkkkk...tiga vcd karaoke original yang aku inginkan akhirnya jadi juga aku miliki.
Alhamdullillah....
Ya Allah...berikanlah aku umur yang panjang, umur yang berkah, umur yang Engkau ridhai.
Aminnn...

Maling last night

Kemarin malem, kamar Try adik ipar aku disatroni maling. Maling tanggok. Tanggok tu alat untuk nangkap ikan gitu. Cuma ini lebih kecil ukurannya. Kenapa dibilang maling tanggok?Itu semua karena dalam aksinya si Maling suka bawa tanggok untuk menciduk barang yang diincar. Biasanya sih barang yang diincar adalah barang yang kecil, yang muat ditanggoknya, seperti HP dan jam tangan. Tapi gak menutup kemungkinan kalo ada TV yang muat ditanggoknya diangkat juga..hehehe.
Ceritanya si try tu terbangun gara-gara mimpi berantem dan pas bangun gitu ngeliat ada tanggok yang perlahan lahan masuk lewat jendela kamar. Trynya ngendap ngendap, trus buka jendela disebelah jendela tempat tanggok masuk, dan ngejeblak jendela tersebut. Si Maling kena, dan lari. Baru terdengarlah teriakan Try..."MALINNGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Tetangga pada bangun, tapi aku justru tak terbangun hingga di bangunkan adek aku. Dasar kebo....
Gak ada yang berhasil digandol si maling. Tapi si maling juga gak berhasil ditangkep. Tapi biarpun gitu, si maling berhasil bikin aku takut tidur tadi malam. Takut ada tanggok masuk kamar lagi.
Sebagai antisipasi dari masuknya tanggok lewat jendela, si Ena (anak aku yang gede) bikin jebakan di bawah jendelanya.Dia takut juga ada tanggok yang bisa masuk lewat jendelanya. pegangan jendelanya dihubungkan ke tumpukan batu bata yang disusun demikian rupa dan diberi "trigger" yang kalau trigger itu tertarik tuh batu diatasnya bakal jatuh. Nah...untuk nyambungin trigger itu ke jendela dia pake benang...Walahhhh kakkkkk....belom sampe ketarik triggernya, benangnya dah putus...tapi untuk logika anak kelas 1 SD dah paten kali lah tu...
Dengan bangga Ena bilang ke aku, "kakak gak takut lagi Ma, kalo si maling itu datang, karena kalo ditariknya jendela Ena, tu batunya jatuh dan pasti bunyinya Ena dengar...." katanya penuh semangat....yahhhh...mudah mudahan ya Kak...Kakak dengar, jadi lain kali malingnya bisa kita tangkep.