Sabtu, 31 Mei 2008

Sex and The City the Movie, Bagaimana menurutmu?

Jumat, 30 Mei 2008

Daun Sirih dan Cabut Gigi

Tahun 2003, aku merawat seorang bapak berumur sekitar 65 tahun. Bapak itu minta seluruh giginya dicabut karena sudah tidak layak pakai karena gigi yang sehat sudah goyang dan yang lainnya tinggal akar. Setelah selesai pencabutan, si bapak sangat ingin untuk dibuatkan gigi palsu. Si bapak ingin agar gigi palsu segera dibuatkan karena dia ingin menghadiri acara wisuda anaknya di Medan. Setelah aku hitung-hitung, dengan pencabutan dua gigi per empat hari, target yang di minta si bapak tidaklah tercapai. Jadi pada pertemuan pertama itu, aku menolak untuk mencabut giginya lebih dari dua gigi dengan alasan sembuhnya luka akan menjadi lebih lama jika aku melakukan multiekstraksi, setelah pencabutan aku minta si bapak kembali 4 hari lagi. Tapi 3 hari setelah pencabutan si bapak sudah kembali ke puskesmas tempat aku bekerja, dan luka pasca pencabutan kemarin sudah kering. Aku terkagum kagum, sebab dari pengalaman aku yang masih sedikit rasanya tak mungkin obat dari puskesmas mampu memberikan penyembuhan luka seperti itu. Aku tanyakan ke si Bapak, bagaimana bisa luka pasca pencabutannya begitu cepat sembuh. Dia bilang dengan daun sirih…wah..wah…wahhh…

Jadi, dari puskesmas gigi lubang bekas cabut gigi si bapak aku sumbat pake kapas yang harus terus digigitnya selama 30 menit, tapi begitu nyampe rumah..tu kapas digantinya dengan gulungan daun sirih yang sudah diremas dan digigitnya…hasilnya perdarahan jadi cepat berhenti dan luka jadi cepat sembuh…

Sekarang….biar beberapa pasien aku terbengong-bengong dan berpikir kalo aku ini ‘terkun’ alias dokter dukun gara gara aku suka make daun sirih yang memang sudah tumbuh jauh sebelum aku jadi dokter gigi di belakang rumahku, aku gak peduli, yang penting luka pasca pencabutannya jadi lebih cepat sembuh….selain itu, untuk pasien-pasien dengan kondisi gusi yang gampang berdarah karena radang gusi, aku juga nyaranin untuk merebus 7 helai daun sirih yang aku berikan dalam satu setengah gelas air untuk dipakai sebagai obat kumur pasca penskelingan gigi…aku pikir sih, toh daun sirih sudah terbukti khasiatnya dan tidak mengandung bahan bahan kimia, jadi lebih aman untuk dikonsumsi…yahhh itung – itung ‘back to nature’lahhhh……

BTW….thanks Pak…..(maaf Pak…aku lupa nama bapak….)….

Bumbu Dapur Atasi Sakit Gigi

Walaupun tak menyebabkan kematian, tapi sakit gigi bisa bikin orang berubah hingga 180 derjat. Yang periang bisa jadi pendiam, yang baik hati bisa jadi pemarah hanya dalam sekejap. Yang sedang jatuh cinta lebih memilih sakit hati daripada sakit gigi (hihihihi….).

Sakit gigi datang tidak mengenal waktu, dan tempat. Kalau serangan terjadi pada waktu dan tempat yang tepat (misalnya lagi parkir di depan praktek dokter gigi dan sedang bawa duit) mungkin gak akan jadi masalah. Tapi kalau serangannya di malam hari saat dokter gigi praktek dah gak ada lagi, gimana? Halah…makan aja obat yang ada. Ehhh..udah makan obat yang ada gak ilang juga sakitnya, gimana?Kalau terus makan analgetik hingga melebihi dosis bisa bahaya juga kan…bisa bisa bukan sakit giginya yang sembuh, tapi malah jadi overdosis.

Untuk mengatasi masalah gigi yang datang gak kenal waktu gini, ada beberapa tips nih…

  1. Ambil 10 butir cengkeh, kemudian tumbuk halus. Gigi dibersihkan dan dikeringkan kemudian masukkan bubuk cengkeh tersebut dan tutup dengan kapas.
  2. Ambil sepotong kunyit, bersihkan, kupas kemudian rendam sebentar dalam minyak kayu putih. Bersihkan dan keringkan gigi kemudian masukkan potongan kunyit ke gigi.

Semoga tips aku ini bisa bantu yang kena serangan sakit gigi yang tak kenal waktu itu…

Suka Mangga?

Seperti halnya Jeruk, hampir semua orang menyukai Mangga. Hmmm, menuliskan namanya saja sudah membuat air liur saya menjadi lebih banyak, Mangga tak sulit ditemukan di Indonesia. Walapun tak musim, tetapi mangga masih bisa ditemukan di pasar tradisional hingga supermarket. Jenisnya juga banyak, dan semua punya kelebihan masing-masing.

Mangga mengandung banyak serat, antioksidan, sumber mineral, air dan sumber vitamin C. Jumlah vitamin C per 100 gr mangga masak bisa mencapai 41 mg, sedangkan yang mentah bisa hingga 65 mg.

Meskipun begitu, haruslah diingat, bahwa mangga juga mengandung asam yang tinggi. Tingginya kandungan asam ini dapat memberikan efek negatif pada gigi. Makanan asam dengan pH kurang dari 4 bisa mengakibatkan kerusakan langsung pada permukaan gigi tanpa bisa diperbaiki. Sedangkan makanan asam dengan pH 5,5 ke atas dapat menimbulkan karies, tetapi masih bisa dicegah dengan menyikat gigi sehingga lapisan email dapat dibangun kembali setelah lapisan plak dibuang.

Jadi, biar aman, makanlah mangga yang masak karena tak terlalu asam (untuk membuktikan keasamannya barangkali mesti ditempelin lakmus ya….hihihihihihi…. ribet banget...) walaupun yang masak kandungan vitamin C nya lebih rendah, tapi kan lebih aman untuk gigi kita.

Jumat, 23 Mei 2008

The First Step

Akhirnya aku mulai juga angan angan untuk start bisnis mukena alias telekung lagi.

Setelah sekian lama, terakhir order ke Ni Ema tahun 2002, Ni Ema surprise terima sms aku yang isinya order mukena. Start awal sih gak banyak banyak. Aku gak berani modal gede, takut gagal kayak dulu lagi, dan gak tau uangnya lari kemana. Aku pikir sih ini cuma usaha sampingan kecil-kecilan. Gak yang utama, karena praktek masih tetap nomer satu..hihihi…. Start bisnis jadi lebih cepat gara-gara telepon Uli, temen jaman kuliah dulu… “Pop, aku mau jualan lagi, kayaknya enak juga dapat duit dari dagang, hihihihi”, kata Uli di telepon. Duh…Uli yang PNS, punya anak 3 orang yang lebih kecil dari anak anak aku aja punya nyali untuk mulai lagi, kenapa aku enggak?

Finally….aku berani untuk melangkah lagi….alhamdullillah banget…kemauan itu modal awal. Start dengan modal cekak gak bikin aku keder, malah makin gede tantangannya. Modal awal dibawah 1 juta, aku pikir aku harus bisa ngembangi duitnya jadi lebih gede lagi dalam bulan bulan ke depan. Kalo dulu start dengan modal lumayan gede dan hasilnya gak tau kemana, (nah lho…) sekali ini mesti berhasil. Order pertama sudah dikirim Ni Ema, dah habis terjual barangnya, dapat untung lumayanlah…(daripada uangnya dibiarin di bank). Aku sms lagi si Uni, mengharap dia dapat menerima order aku dan menyelesaikannya lebih cepat, tetapi ternyata si Uni udah di booking orang lain, jadi order aku dalam antrian….halahhhhh.

Duit hasil penjualan pertama dah diamankan di tabungan, kalo lama banget nganggur tu duit takutnya terpakai untuk yang lain, jadi, aku sms temen lama waktu PTT dulu, namanya Ani. Ani bisa nyediain mukena bordir kerancang, hanya saja harganya jauh lebih mahal dari pesan ke Ni Ema. Ya udah aku order. Lagian dah ada yang pesan mukena model itu. Untuk menunggu barangnya, perlu waktu 2 minggu, jadi tu duit aku belikan baju anak-anak untuk dijual lagi. Dengan harapan baju sudah habis saat jatuh tempo pembayaran order mukena.

Alhamdullillah…Baju dah laku setengahnya saat pembayaran mukena jatuh tempo.

Hmmmm…setelah aku itung itung, lumayan juga…hasilnya bisa terkumpul, tapi memang mesti kerja ekstra. Mesti cermat agar keuangan keluarga tak tercampur dengan keuangan dari mukena itu. Tak apalah, biar tak banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Kenapa sih aku mesti order ke Ni Ema?

Agak ngotot sih, Cuma aku tu orangnya kalo dah percaya ke satu orang untuk urusan tertentu, ya udah..selanjutnya akan aku serahkan urusan itu ke orang itu. Gak akan pindah pindah. Ni Ema tu jahitannya bagus, ada sih temen yang nawarin ambil di tempat sodaranya, tapi aku takut standart kwalitasnya berbeda, nanti jadi susah quality controlnya (halah bahasaku…..).

Sekarang sih usahanya masih offline. Tapi aku berharap suatu saat nanti bisa online. Kalo dah online...pada order ya......

Kamis, 08 Mei 2008

Gigi berlubang, Ditambal atau dirawat, yaaa?

Gigi adalah jaringan tubuh yang paling keras dibanding yang lainnya tetapi walaupun demikian gigi juga merupakan jaringan tubuh yang mudah sekali mengalami kerusakan apabila kita tidak tau cara menjaga dan merawatnya.

Proses kerusakan gigi geligi diawali dengan lubang gigi atau karies. Pada awalnya, karies hanya terjadi pada email saja, dan apabila dibiarkan, karies akan menjalar ke dentin dan akan berlajut lagi ke struktur di bawahnya yaitu ruang pulpa.Karies yang hanya mengenai email dan dentin tidak akan menyebabkan rasa apa-apa. Karies yang sudah berlanjut ke dentin, dapat menimbulkan rasa ngilu dan terkadang sakit mendalam dalam durasi singkat apabila tertekan makanan. Apabila tidak cepat ditambal, maka karies akan berlanjut hingga menembus ruang pulpa yang akan menyebabkan meradangnya pulpa bahkan kematian pada pulpa.

Nah, kalau gigi kita dah terlanjur berlubang, gimana nih….?

Beberapa langkah dibawah ini bisa jadi pilihan

1. Penambalan gigi dapat dipilih bila karies masih menyerang email dan dentin. Tapi, kalau karies sudah terlalu dalam hingga menyebabkan rasa ngilu yang sangat, dokter gigi biasanya akan memberikan perawatan awal, dimana pada kunjungan pertama akan diberikan semacam obat ke dalam gigi yang fungsinya untuk merangsang pertumbuhan dentin baru, sehingga mengurangi ngilu. Pada perawatan jenis ini, biasanya kita harus menunggu selama 3 bulan sebelum dilakukan penambalan.

2. Perawatan saluran akar. Jangan frustasi karena gigi yang berlubang sudah terlanjur sakit karena minuman yang dingin atau panas, atau karena gigi sudah mati hingga berwarna hitam, karena gigi itu masih bisa dirawat. Gigi yang busuk masih bisa ditambal, lho. Cuma, untuk itu biasanya diperlukan minimal 4 kali kunjungan pada perawatan saluran akar konvensional. Tetapi sekarang gigi kita yang sakit, mendenyut atau sudah membusuk itu langsung bisa ditambal dengan sekali kunjungan.

3. Dicabut. Halah, ini sih jalan terakhir ya. Sebisa mungkin gigi yang masih ada dipertahankan sajalah, jangan sampe dicabut.

Soal tambalan, kita bisa juga milih jenis tambalan, sesuai dengan kocek kita. Kalau gigi belakang ada tiga alternatifnya. Tambalan amalgam (warnanya keperakan, kuat lho, bisa sampe 10 tahunan) harganya relatif lebih murah dan biasanya dianjurkan untuk gigi belakang, karena tidak mengganggu estetika senyum si pemilik gigi. Tambalan Resin (warna bisa sesuai dengan gigi, relatif kuatbisa bertahan 5 tahunan lebih, tergantung posisi lubangnya) harganya relatif mahal, karena estetika yang dicapai jauh lebih baik dari amalgam. Inlay alias tambalan cor. Jenis ini memerlukan waktu yang relatif lebih lama karena tambalannya dibuat di dental lab, tidak langsung dalam mulut.