Sebelumnya aku gak terlalu suka dengan yang namanya drama seri korea, tapi itu langsung berubah waktu aku nonton episode ke 2 Jewel in The Palace.Bermula dari iseng akhirnyaa jadi ketagihan, tiap hari gak sabar nunggu sore dan jadi sebel abis kalo hari sabtu dan minggu karena jang geum gak hadir di layar TV. Suami aku suka ngejek tiap liat aku nonton dengan santainya di depan TV. "telenovela saja...." begitu selalu katanya. "yang ini beda bang..cobalah abang sini nonton, satu episode aja..." jawabku. Abis mandi dia nyeruput kopi dan duduk disebelahku. Hari itu tepat episode jang geum mencuci piring di tengah badai pasir. Mely juga ikutan nonton.Besoknya Mely bilang, "abang nonton jang geum di kantor, diketawain sama yang lain...hihihi", tapi seminggu kemudian komentar Mely berubah, "Gara gara bang Eja, sekarang halotec sunyi kalo pas jam 5, semua pada di depan TV nonton jang geum.."hahahhaha....demam jang geum melanda para programmer juga rupanya...
Rabu kemarin, aku ada janji dengan pasien aku. Sambil nunggu si pasien datang, aku iseng mindahin channel TV, cari siaran yang bagus, pas di indosiar (channel yang paling aku hindari karena akhir akhir ini program acaranya nyebelin banget) aku berhenti..."eh..unara-unara nih Ma" kata si Ino, yang selalu nyebutkan judul jewel in the palace dengan unara-unara, kata kata di awal OSTnya. Pas aku teliti lagi, rupanya bukan, ternyata judulnya "Hwang Ji Ni".

Hwang Ji Ni, serial korea dengan setting yang hampir sama dengan jang geum, korea di masa tempoe doeloe. Tapi kostum yang dipakai dan tata rias rambutnya beda, barangkali karena latar belakang ceritanya juga beda. Hwang Ji Ni menceritakan tentang penari korea, dengan perlakuan status sosial yang hampir sama dengan dayang istana, gak boleh menikah (kasian banget ya...padahal mereka cantik-cantik dan yang jatuh hati pada mereka juga keren keren, huehehehhe).
Kamis sore aku pantengin lagi indosiar, lho...kok beda dramanya...e ternyata e ternyata....hwang ji ni-nya cuma sampe rabu doang, kamis dah drama lain...
Karena nontonnya baru mulai di episode 12 dari 26 episode, dah pastilah banyak ketinggalan, tapi berkat browsing di internet, lumayan ngertilah ceritanya.
Walaupun ceritanya bagus, tapi teteppppppppp Jang gGeum is the best.
Jang Geum gak hanya ceritanya yang bagus banget, tata artistiknya juga. Akting para pemainnya juga mampu membawa penontonnya hanyut. Banyak filosofi hidup yang bisa diambil dari cerita ini. Apalagi romancenya..haduhhhhh....bikin hanyut ...lahhhhhhhhhhhhhhh...Aku baru sekali itu nonton serial TV yang menggambarkan dengan bagitu baiknya suatu percintaan. Gak mesti sosor-sosoran (hahahhaha) bahasa tubuh saja sudah mengartikan begitu banyak perasaan (halah bahasaku...). Jadi tertanya-tanya...."kapan ya para penulis cerita dan sineas kita mampu bikin yang seperti ini, cerita asli dari indonesia yang mampu bikin kita tergugah. Rasanya setelah Tjoet Nyak Dien dan naga bonar, gak ada lagi tuh yang kayak gini (mohon koreksi kalau aku salah).
Belum tau nih, gimana kedahsyatan (halah bahasaku...)cerita Hwang Ji-Ni. Tapi sepertinya cukup bagus untuk jadi pilihan tontonan di sore hari...Buat yang belum pernah nonton...cobain lah manteng indosiar sore hari (kalau malem sih acaranya dah ketebak tanpa liat jadwal program TV di koran....hihihihihi)









