Sebegitu pentingkah kecantikan?hingga harus merelakan setiap jengkal tubuh seorang Putri dipandangi oleh berjuta pasang mata?
Wah…kalau memang itu harus dilakukan untuk diakui sebagai orang yang paling cantik, NO WAYYYYYY…….biarlah tetap di bilang jelek, asal privasi badaniah masih bisa dijaga.

Slogan 3B yang selalu didengung-dengungkan agar keberadaan pemilihan Putri Indonesia ini bisa diterima masyarakat indonesia aku rasa tidaklah cocok dengan kejadian Sang Putri yang memakai busana one piece apalagi two piece di atas panggung pemilihan Miss Universe. Tidak bisakah mereka tetap menjaga ke-Indonesia-an mereka?
Bukankah sang Putri yang punya kriteria ‘Brain’ itu mampu memikirkan bahwa tanpa mesti pakai bikini, yang namanya Putri Indonesia itu tetap cantik, bertubuh sempurna. Dan mampu memberikan argumentasi yang sangat masuk akal untuk menolak memakai si ‘one piece’ dan naruto eh..’two piece’ itu. Kalau memang takut di diskualifikasi ya pilih aja pakaian renang yang tertutup. Kalau pake yang tertutup juga gak bisa, ya udah..pake aja sarung, "pinjungan" kayak mbak-mbak yang lagi nyuci pakaian di kali itu...lebih Indonesia tho.....Emang sih Miss Universe tuh kan awalnya kontes pakaian renang yang kemudian hak penyelenggaraannya di beli oleh mas Donald Trump sehingga jadilah kontes pakaian renang yang berbalut Kontes kecantikan. Siapa tau kalo 'pinjungan' di acara Miss Universe malah menang...who knows?ihihihihihi
Beauty, gak mesti dengan buka-bukaan kan. Gimana jadinya seandainya putri putri di seluruh indonesia ingin dikatakan cantik dan terus pakai bikini di tempat umum..halahhhhh…gak kebayang deh. Temen-temen yang hijrah dengan jilbabnya yang sesuai dengan aturan Islam yang menurut aku jauh lebih cantik dari yang setengah telanjang kayak gitu. Walau Badaniah temen temen yang hijrah tertutup, namun aura tubuhnya jadi keluar..dan itulah yang menonjol. Aku mau tanya nih sama blogger cowok, mau nggak pacarnya pake bikini, trus ‘pemandangan’ itu dinikmati tidak hanya oleh kamu, tapi juga oleh temen-temen cowok yang lain…?.aku pikir tak adalah cowok waras yang rela pacarnya melakukan itu. Trus buat cewek cewek cantiknya nih…apa mau ada cowok yang seneng Cuma karena body yang aduhai…??????
Behavior, seharusnya sang Putri Indonesia yang bertindak sebagai duta bangsa ini mampu menegaskan bagaimana behavior-nya perempuan Indonesia yang sesungguhnya. Bahwa Perempuan Indonesia bukanlah tipikal yang mudah mengikuti sesuatu yang bukan budayanya. Putri Indonesia yang sesungguhnya seharusnya mampu mencerminkan bagaimana budaya perempuan Indonesia, sopan santun orang Indonesia, dan intelektualitas perempuan Indonesia yang tidak hanya cantik tapi mampu menyatakan TIDAK untuk sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuraninya dan nilai nilai bangsanya, namanya juga Duta Bangsa. Kalau mereka gak mampu untuk itu..ya sudah..tak usahlah diadakan Putri-Putrian itu. Dan kalau masih ngotot pengen ikutan Miss Universe, tak usahlah menyatakan diri sebagai duta Bangsa. Bawa saja nama institusi yang membiayainya atau atas nama pribadi saja (hihihihi emang bisa...???gak bisa lagi....yahhhh...kok gak bisa sih....????)
Aku, bukanlah seorang yang tidak mendukung feminisme. Sangat mendukung. Hidup Feminisme!!!!! Cuma Feminisme ala Miss Universe ini buat aku merupakan bentuk feminisme yang kebablasan. Feminisme itu buat aku lebih kepada kemampuan karya. Bukan feminisme yang diungkap untuk bisa dengan bebas menunjukkan paha dan perut sebagaimana yang bisa dilakukan dengan bebas oleh para pria. Feminisme yang hanya dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan segelintir orang, jadi peserta Miss Universe hanyalah sekedar objek untuk memperoleh keuntungan bisnis.
Aku jadi heran…bangsa kita ini latah banget dengan budaya barat. Sedangkan mereka di barat, sedang berupaya bercermin pada kehidupan timur karena telah menyadari dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gaya hidup mereka. Lihat saja…saat mereka sedang mencoba untuk berkampanye “KEEP VIRGIN” untuk menanggulangi akibat seks yang kebablasan, anak muda kita malah sibuk mendokumentasikan adegan mesra mereka dengan pacar dalam berbagai pose. Saat mereka mulai ‘down to earth’ untuk menciptakan kondisi kesehatan pribadi dan kondisi lingkungan yang lebih baik, orang kita malah semakin banyak yang keranjingan ‘junk food’ dan berusaha untuk membakar lebih banyak BBM dengan kendaraan mereka. Kita mesti introspeksi diri. Dan menjadi diri kita sendiri….


