Selasa, 15 Juli 2008

Bikini

Berita tentang BIKINI yang dipakai putri Indonesia di ajang Miss Universe 2008 menghiasi layar kaca di hampir setiap acara infotainment hari ini (emang semua infotainment beritanya sama mulu....hihihihi). Aku sempet geleng kepala menyimak berita itu.

Sebegitu pentingkah kecantikan?hingga harus merelakan setiap jengkal tubuh seorang Putri dipandangi oleh berjuta pasang mata?

Wah…kalau memang itu harus dilakukan untuk diakui sebagai orang yang paling cantik, NO WAYYYYYY…….biarlah tetap di bilang jelek, asal privasi badaniah masih bisa dijaga.



Slogan 3B yang selalu didengung-dengungkan agar keberadaan pemilihan Putri Indonesia ini bisa diterima masyarakat indonesia aku rasa tidaklah cocok dengan kejadian Sang Putri yang memakai busana one piece apalagi two piece di atas panggung pemilihan Miss Universe. Tidak bisakah mereka tetap menjaga ke-Indonesia-an mereka?

Bukankah sang Putri yang punya kriteria ‘Brain’ itu mampu memikirkan bahwa tanpa mesti pakai bikini, yang namanya Putri Indonesia itu tetap cantik, bertubuh sempurna. Dan mampu memberikan argumentasi yang sangat masuk akal untuk menolak memakai si ‘one piece’ dan naruto eh..’two piece’ itu. Kalau memang takut di diskualifikasi ya pilih aja pakaian renang yang tertutup. Kalau pake yang tertutup juga gak bisa, ya udah..pake aja sarung, "pinjungan" kayak mbak-mbak yang lagi nyuci pakaian di kali itu...lebih Indonesia tho.....Emang sih Miss Universe tuh kan awalnya kontes pakaian renang yang kemudian hak penyelenggaraannya di beli oleh mas Donald Trump sehingga jadilah kontes pakaian renang yang berbalut Kontes kecantikan. Siapa tau kalo 'pinjungan' di acara Miss Universe malah menang...who knows?ihihihihihi

Beauty, gak mesti dengan buka-bukaan kan. Gimana jadinya seandainya putri putri di seluruh indonesia ingin dikatakan cantik dan terus pakai bikini di tempat umum..halahhhhh…gak kebayang deh. Temen-temen yang hijrah dengan jilbabnya yang sesuai dengan aturan Islam yang menurut aku jauh lebih cantik dari yang setengah telanjang kayak gitu. Walau Badaniah temen temen yang hijrah tertutup, namun aura tubuhnya jadi keluar..dan itulah yang menonjol. Aku mau tanya nih sama blogger cowok, mau nggak pacarnya pake bikini, trus ‘pemandangan’ itu dinikmati tidak hanya oleh kamu, tapi juga oleh temen-temen cowok yang lain…?.aku pikir tak adalah cowok waras yang rela pacarnya melakukan itu. Trus buat cewek cewek cantiknya nih…apa mau ada cowok yang seneng Cuma karena body yang aduhai…??????

Behavior, seharusnya sang Putri Indonesia yang bertindak sebagai duta bangsa ini mampu menegaskan bagaimana behavior-nya perempuan Indonesia yang sesungguhnya. Bahwa Perempuan Indonesia bukanlah tipikal yang mudah mengikuti sesuatu yang bukan budayanya. Putri Indonesia yang sesungguhnya seharusnya mampu mencerminkan bagaimana budaya perempuan Indonesia, sopan santun orang Indonesia, dan intelektualitas perempuan Indonesia yang tidak hanya cantik tapi mampu menyatakan TIDAK untuk sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuraninya dan nilai nilai bangsanya, namanya juga Duta Bangsa. Kalau mereka gak mampu untuk itu..ya sudah..tak usahlah diadakan Putri-Putrian itu. Dan kalau masih ngotot pengen ikutan Miss Universe, tak usahlah menyatakan diri sebagai duta Bangsa. Bawa saja nama institusi yang membiayainya atau atas nama pribadi saja (hihihihi emang bisa...???gak bisa lagi....yahhhh...kok gak bisa sih....????)

Aku, bukanlah seorang yang tidak mendukung feminisme. Sangat mendukung. Hidup Feminisme!!!!! Cuma Feminisme ala Miss Universe ini buat aku merupakan bentuk feminisme yang kebablasan. Feminisme itu buat aku lebih kepada kemampuan karya. Bukan feminisme yang diungkap untuk bisa dengan bebas menunjukkan paha dan perut sebagaimana yang bisa dilakukan dengan bebas oleh para pria. Feminisme yang hanya dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan segelintir orang, jadi peserta Miss Universe hanyalah sekedar objek untuk memperoleh keuntungan bisnis.

Aku jadi heran…bangsa kita ini latah banget dengan budaya barat. Sedangkan mereka di barat, sedang berupaya bercermin pada kehidupan timur karena telah menyadari dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gaya hidup mereka. Lihat saja…saat mereka sedang mencoba untuk berkampanye “KEEP VIRGIN” untuk menanggulangi akibat seks yang kebablasan, anak muda kita malah sibuk mendokumentasikan adegan mesra mereka dengan pacar dalam berbagai pose. Saat mereka mulai ‘down to earth’ untuk menciptakan kondisi kesehatan pribadi dan kondisi lingkungan yang lebih baik, orang kita malah semakin banyak yang keranjingan ‘junk food’ dan berusaha untuk membakar lebih banyak BBM dengan kendaraan mereka. Kita mesti introspeksi diri. Dan menjadi diri kita sendiri….

Sabtu, 12 Juli 2008

Seminggu ini…

Di TV

Pak Bondan lagi makan di tepi pantai bareng Memes, seafood, udang asam manis sepertinya…bener-bener maknyusssss.

Di Mall

Barang-barang bagus masih tetap terpajang. Pengunjung mall datang dengan gaya yang trendy. Jejeran boks barang barang sale masih jadi pilihan ibu-ibu baik yang berduit lebih maupun yang memakai duit lebih (lebihan belanja maksudnya…..)

Di Jalan Protokol Pusat Kota Medan

Mobil-mobil bagus bertebaran, avanza, xenia, vios, grandia, dan entah merek apalagi yang rata-rata dengan kondisi body mobil yang mulus (gak tau mesin gimana, atau dah lunas belum kreditnya…). Di antara mereka terkadang nyalip motor-motor gede yang masih mulus (tapi aku gak suka suaranya…) di antara motor bebek yang jumlahnya makin banyak.

Di Sebuah Kompleks Dekat Rumahku

Rumah-rumah bagus berjejer, dengan sebuah mobil bertengger di garasinya. Kompleks itu kompleks mentreng di daerahku, yang sebelum berdiri sempat aku baca sebuah pamflet di atas tanahnya dengan tulisan lebih kurang seperti ini,
DISINI AKAN DIDIRIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SD LABSCHOOL.

Di Pasar Jalan Halat

Mama Ena : “Hah..kook mahal kali…biasanya kan Cuma 17 ribu…?”
Pedagang ayam: “iya kak…ayam memang lagi naik….”
Pedagang Bawang: “bawang sama cabenya 10 ribu kak…”
Pedagang Bumbu jadi : ”kak bumbu rendang gak bisa 1000 lagi…paling sikit 1500”
Pedagang sayur:”bayamnya 1500, lagi mahal karena jarang ujan”
Pedagang buah:”kueni gak ada kak, gak berani ambil aku, mahal kali di simpang limun, harga ambilnya aja dah 12 ribu. Berapa lagi mau kujual???”

Di Angkot

Hanya beberapa penumpang yang naik, karena sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk kredit motor daripada terus menerus menjadi langganan sopir angkot

Di Depan Rumahku

Si Fulana tetangga ku yang hamil 5 bulan dan diminta istirahat oleh bidannya masih saja terus berjalan keliling kampung untuk mencari botol/gelas air mineral.

Seorang tukang loak (bahasa medannya tukang botot) sedang istirahat tepat diluar pagar rumahku. Aku yang sedang dalam perjalanan membuang daun daun matoa iseng melongok apa saja isi gerobaknya. “bang..plastik keresek laku ya…?”
“laku kak….3500 sekilonya….”
“bentar ya Bang…”
Tak lama aku keluar membawa seplastik besar plastik keresek yang selama ini selalu lupa aku bawa ke kedainya kak ani, langganan aku belanja setiap harinya.
“Bang..ini untuk abang…”
Si tukang loak bengong….”makasih kak…” Sempat kulihat wajahnya, matanya menyiratkan terima kasih yang tulus.

Di Rumah
Sebulan pasca kenaikan BBM hampir setiap siang hari serombongan anak kecil menyambangi rumah untuk meminta sedekah, mereka masih sekolah dan tinggal di lingkungan kumuh di wilayah yang lumayan jauh dari rumahku.

Di Praktek
Seorang ibu datang menanyakan apakah aku bersedia untuk merawat gigi anaknya yang sudah 4 hari membengkak dan tak kunjung diobati karena sang ayah baru ada uang 5 hari lagi.

Kondisi di atas hanyalah sebagian dari cerita yang tiap hari kita temui. TV yang berlagak seolah tidak ada orang miskin di Indonesia, sehingga dibuatlah begitu banyak acara yang menyajikan makanan yang enak enak, yang pada sebagian orang hanya bisa dilihat untuk menambah selera makannya karena di piringnya hanya ada sepotong ikan asin.

Mall yang menawarkan begitu banyak barang bagus untuk dimiliki. Dan terkadang kita tergoda untuk membelinya dengan alasan sedang trend, dengan pemikiran “si Anu punya yang lebih jelek, jadi aku harus punya yang ini karena ini jauh lebih bagus”

Kesenjangan sosial tampak begitu lebar kini. Tidak jarang kita dapati sebuah gubuk reot yang terletak dibelakang sebuah rumah mewah atau pemukiman kumuh di samping sebuah kompleks perumahan mewah. Sungguh miris….

Ya Allah, terima kasih atas segala nikmat yang Kau berikan bagiku. Sungguh tiada yang mampu menolong ummat selain daripadaMu.

Kadang sesuatu yang kita miliki dan kita anggap tidak bermanfaat bagi kita justru bernilai bagaikan emas bagi mereka. Aku begitu terharu memandang wajah tukang botot itu. Plastik yang selama ini tergeletak begitu saja di halaman belakangku setidaknya bisa menjadi makan siang untuknya.

Berbagi…barangkali akan terasa berat bila kita menghitung dengan seberapa banyak yang akan kita tabung bulan ini. Tapi akan terasa lebih ringan bila kita berfikir bahwa bukan kitalah Sang Pengatur Rezeki…

Jumat, 11 Juli 2008

Odontektomi

Anda ingin mendadak Chubby????
Gak perlu operasi plastik, cukup lakukan saja odontektomy (bedah minor pengambilan gigi geraham terakhir), dijamin besok anda akan chubby...hihihihii......Pipi chubby dadakan tu sekarang sedang menghinggapi Mely. Pipinya bengkak di sebelah kanan. Gimana pun patennya yang mengodontektomi tu...pipi pasti bengkak.

Dari beberapa bulan lalu Mely memang sudah merencanakan untuk mengodontektomi giginya, karena takut kalo dibiarin terus nanti malah sakit dan biaya juga jadi bengkak. Tapi baru kemaren bisa terlaksana berhubung kerjaan kantornya lagi sepi...(pasar kaliiii...). Jadi pergilah kami ke kampusku tercinta, FKG USU, dan ketemu dengan Drg. olivia hanafiah alias kak lili yang kakak kelasku jaman kuliah dulu. Dan setelah menunggu selama 2 jam karena ruang bedah dipakai drg. Eddy, akhirnya kami pun masuk ruangan. Dan dilakukanlah ritual odontektomi.

"Kak Maria, hari ini terhormat kali kita, di assisterenin dokter senior..." kata kak lili ka kak maria sang perawat bedah mulut, canda kak Lili mengomentari aku yang jadi asisterennya kali ini,"aduh kak...diminta tiap haripun aku maulahhhh....sambil nyuri-nyuri ilmu hihihihi...." jawabku setengah bercanda, dalam hati sih serius..hihihihi...yahhh..dari assisteren itulah banyak ilmu tentang bedah mulut bisa diperoleh.

Lumayanlah..nambah-nambah ilmu karena beberapa tips diberikan kak Lili yang SpBM sehingga menambah semangatku untuk melakukan odontektomi sendiri dilain waktu. Kasus-kasus ringan sih, bolehlah aku kerjakan, tapi kalo yang berat, mending rujuk ajalahhhh...resikonya itu lhoooo.....

By the Way...kenapa sih mesti odontektomi?
Kondisi gigi seperti digambar (gigi geraham terakhir yang miring) tersebut sering membuat rasa sakit yang terasa hingga ke telinga, bisa menyebabkan sakit kepala, bahkan pundak bisa juga ikut sakit.Geraham terakhir seperti itu, tak akan bisa tumbuh normal, dan untuk menghilangkan rasa sakitnya harus dilakukan pembedahan odontektomi itu tadi.

Jadi...sekarang coba di cek di mulut masing masing, berapa jumlah geraham anda? 2 atau 3? Kalau 2, anda harus waspada karena bisa jadi geraham yang ketiga masuk dalam golongan gigi yang terpendam.

Sekedar saran nih, kalau belum tumbuh, ada baiknya di rontgen aja dulu..biar ketahuan tuh gigi gimana posisinya.:)

Selasa, 01 Juli 2008

Akhirnya .....

Akhirnya setelah ngejar-ngejar Mely (kayak bus aja..hehehhe), MePo! bisa tayang juga. Walaupun masih berantakan, gapapalah..yang penting ada langkah majunya.

Yang mau jalan jalan liat koleksi kami, silahkan....:)

Tapi yang dipajang baru mukena aja..

Rencananya bakal dipajang juga beberapa baju dan jaket, selain sepatu dan sendal Vincchi, juga ada body lotion yang bikin mely gak pindah ke lain lotion lagi ("lebih nyaman make yang ini", versi kita berdua nih).

Harga..hayyaaa..cinchai cinchai lahhhh..lo senang owe senang..semua senanglahhhh....

Cabut Gigi

Hal yang satu ini paling ditakuti oleh pasien. Pasien yang datang dengan ikhlas biasanya karena sudah sering menjalani pencabutan gigi. Tetapi pada pasien yang akan menjalani pencabutan gigi untuk pertama kalinya akan membutuhkan nyali tambahan untuk melakukannya. Biasanya nyali tambahan datang dikarenakan nggak tahannya merasakan sakit gigi.

Aku sudah pernah bahas soal alternatif lain selain pencabutan gigi. Kali ini aku akan bahas tentang bagaimana seandainya gigi yang kita sayangi mesti dicabut. Sebenarnya kenapa sih gigi mesti dicabut?

Berikut ini beberapa kondisi yang menyebabkan gigi mesti dicabut;
1.Gigi tinggal akar yang tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai retensi bagi mahkota buatan.
2.Gigi sering menyebabkan bengkak atau gigi sudah mati/nekrose.
3.Gigi tidak mungkin lagi di restorasi karena lubang yang sudah menganga sedemikian lebarnya.
4.Gigi berlebih
5.Gigi terpendam
6.Permintaan pasien untuk pencabutan
Diluar kondisi tersebut kemungkinan gigi untuk dipertahankan akan selalu ada.

Mungkin beberapa dari blogger sekalian pernah mendengar keluhan dari seorang teman tentang pencabutan gigi yang tidak tuntas, alias pencabutan yang tidak selesai karena gigi tidak bisa tercabut. Beberapa kondisi memang memungkinkan terjadinya kesulitan saat pencabutan gigi. Zaman kuliah dulu ada dua alasan yang tercantum dalam buku, yaitu karena akar gigi yang mengembang sehingga lebar akar gigi lebih besar dari leher gigi, dan kemungkinan akan adanya pengapuran yang menyebabkan akar gigi menyatu dengan tulang disekitarnya. Seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman yang aku dapat di klinik, kondisi seperti akar gigi yang terlalu pipih, terlalu bulat atau terlalu kecil juga dapat menghambat kelancaran proses pencabutan.

Ada kalanya pencabutan harus ditunda alias tidak terselesaikan, hal ini bisa terjadi dengan beberapa pertimbangan antara lain, Lokasi gigi yang akan dicabut berdekatan dengan sinus maksilaris (pada rahang atas), atau gigi patah ditengah sehingga memerlukan bedah minor untuk mengeluarkannya. Hal ini biasanya dihindari karena luka akan menjadi lebih besar dan mengakibatkan penyembuhan luka yang lebih lama. Apabila gigi patah di tengah, biasanya dokter gigi menunda pencabutan dan memberikan obat yang memadai sehingga pasien terhindar dari nyeri yang sangat pasca penundaan pencabutan. Biasanya, gigi yang patah ditengah itu akan bergerak ke permukaan pada 3-6 bulan setelah penundaan pencabutan, baru kemudian gigi dapat dicabut kembali dengan cara biasa.

Buat yang berniat cabut gigi, hal berikut mesti diperhatikan nih...
1. bila gigi sudah tercabut, tanyakan ke dokter gigi 'BarBuk'nya, tanyakan apakah gigi sudah keluar seluruhnya atau ada yang tertinggal.
2. Jangan banyak kumur, atau menggerak-gerakkan lidah ke daerah bekas pencabutan karena ini akan menghilangkan darah yang menggumpal yang menutupi bekas luka pencabutan. Darah yang menutupi luka pencabutan itu akan merangsang penyembuhan luka.
3. Gigit kapas kuat-kuat untuk mencegah pendarahan.
4. Minuman yang dingin akan mempercepat berhentinya darah.
5. Lukanya jangan di pegang-pegang, memang kalau kita mencabut gigi belakang seperti ada gigi tertinggal. Jika DRG bilang gigi yang tercabut utuh, maka yang terasa seperti gigi itu adalah tulang sekat antar gigi, jadi itu gak masalah, biasanya akan tertutup setelah luka sembuh.
6. Tetap sikat gigi tapi mesti hati-hati di daerah bekas pencabutan.