Minggu, 31 Agustus 2008

Lentera Jiwa



Lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan
sgala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
tersesatkah aku disamudra hidupku

kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
inikah jalanku inikah takdirku

reff:
kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
yang slalu membunyikan cinta
kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku
lentera jiwaku


Lirik di atas adalah lirik lagu Lentera Jiwa yang membuka acara talkshow Kick Andy, episode Lentera Jiwa, yang menampilkan orang orang yang profesional di bidangnya dengan latar belakang ilmu yang berbeda dengan bidang pekerjaan yang ditekuni. Mereka adalah orang orang yang mengerjakan sesuatu karena memang menyukai bidang yang dikerjakan, walau terkadang sangat jauh dari yang diharapkan ortunya dan jadi berseberangan dengan ortu.

Aku jadi inget suamiku, yang dulu sempet bikin bingung ortunya. Nggak tau maunya apa. Ditawarin jadi tenaga honorer di sebuah instansi pemerintah gak mau, ditawari honor di BUMN gak mau, abang malah bikin ladang kecil untuk menanam kacang hijau, dan nongkrong di depan kompienya tiap malem untuk belajar visual basic. Setelah tahun 2000 apa yang dilakukan abang baru nampak hasilnya, tawaran mulai datang untuk ngajar di beberapa tempat les, dan akhirnya tahun 2003 diminta untuk bergabung dengan sebuah perusahaan IT Indonesia Belanda, tanpa melamar Booo…..Sekarang aku lihat dia begitu menikmati pekerjaannya sebagai seorang senior programmer.

Beda dengan aku. Aku gak pernah terbayang bakal jadi dokter gigi. Saat awal kuliah aku ngerasa seperti tersesat. Mempelajari sesuatu yang aku tidak sukai. Menghapal kata kata dalam bahasa latin. Satu tonjolan kecil saja harus diingat letak dan namanya. Ntah untuk apa. Saat semester 2 sempat terpikir untuk hengkang dari FKG, nyoba UMPTN lagi cari jurusan lain yang lebih sesuai dengan kepribadian aku. Tapi nyatanya kuliah tetap aku jalani, hingga akhirnya tamat dengan nilai yang tidak bisa dikatakan buruk walau pun tidaklah terlalu memuaskan.

Setelah tamat, gelar DRG sudah ditangan, namun masih ada satu hal yang mengganjal, aku tidak suka dipanggil dengan ‘dokter’. Seingat aku hanya satu pasien aku yang manggil aku dengan ‘dokter’ lainnya panggil aku dengan ‘poppi’, mbak, kak, dan ibu. Ntah kenapa aku gak suka, padahal butuh 7 tahun untuk dapat panggilan itu. Tapi itulah aku. Aku hanyalah seseorang yang memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu sehingga menjadi sedikit lebih mengerti tentang gigi daripada orang lain.

Sebagian besar teman teman drg-ku adalah PNS. Sedangkan aku jangan kan jadi PNS, testnya aja aku belum pernah. Banyak pertimbangan untuk jadi PNS, anak anak terutama. Aku pernah PTT, dan gak enak banget rasanya ninggalin anak dengan orang lain yang bukan sodara kita. Aku gak mau kalau jadi PNS nanti gak bisa profesional karena pikiran terpecah antara ngurus keluarga dan pekerjaan. Jadi aku putusin gak bekerja, praktek aja. Tahun lalu aku nyoba bagi waktu untuk kerja disebuah klinik swasta, tapi setelah satu setengah tahun, aku evaluasi, apa yang sebenarnya aku cari, karena gak ada yang aku peroleh kecuali kepuasan dalam memberikan pertolongan pada pasien pasien jamsostek yang mendambakan pelayanan kesehatan gigi yang maksimal. Dan itu masih bisa aku lakukan dengan buka praktek di rumah.

Putusan ini aku pikir mengecewakan ortuku yang berharap aku bekerja tetap dan aku mengertilah bagaimana harapan mereka terhadap aku, tapi ini adalah hidupku, ini adalah pilihanku, setidaknya tidak menjadi PNS bukanlah suatu dosa, ya tho….
Meski jadi dokter gigi, tapi aku masih tetap memikirkan hal hal yang dulu semasa kuliah selalu ingin aku lakukan. Dagang, menjahit. Sempat terpikir untuk menyelesaikan lagi kursus menjahit yang dulu tak terselesaikan karena SK PTT aku keburu keluar. Trus aku bikin plank “TERIMA JAHITAN” dibawah plank praktek dokter gigi aku, hahahahahha….”Ni dokter gigi atau tukang jahit sih?” barangkali pertanyaan seperti itu bakal muncul di kepala pasien aku. Tapi niat untuk kursus lagi memang masih ada. Kayaknya asyik aja bisa keluar dari rutinitas menambal, dan mencabut gigi.

Back ke Lentera Jiwa, apakah aku telah menemukan yang aku ingin lakukan? Aku masih belum bisa jawab, karena sejak kecil aku terbiasa menjalani hidup yang telah disiapkan ortu buat aku (kecuali pasangan hidup, aku ikutin aja semua mau ortu). Apakah aku tersesat dalam rimba kehidupan? Aku juga gak tau. Apakah aku puas dengan apa yang sudah aku peroleh?Belum, masih banyak yang ingin aku lakukan. Apakah aku tidak suka jadi dokter gigi?Dalam arti profesionalisme, aku suka jadi dokter gigi, membantu orang membuat aku merasa berguna sebagai manusia, tetapi dalam arti sosial, aku tidak suka karena seorang dokter selalu dipandang ‘lebih’ dan menjadi harus tampil lebih di depan publik, dan itu bukan aku banget. Apa sih yang sebenarnya aku cari? Bukan mencari apa apa, aku hanya ingin jadi diri sendiri, sesuatu yang sangat sulit untuk ditemukan ditengah begitu banyak harapan pada diri seorang POPPY. Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang membuat aku merasa bahagia, dihargai, disayangi dan berguna…..

Kamis, 28 Agustus 2008

IBSN : Aku Mau Botolku…..!!!


Ena dan Ino selalu punya ritual menjelang tidur. Ena selalu minta ditemenin sebelum tidur dan Ino selalu minta punggungnya digaruk, dikipasin, dan minum susu sebelum tidur. Sejak kecil Ena dan Ino sudah aku biasakan minum susu dengan menggunakan gelas. Setelah ASI sampai 2 tahun, disambung sementara dengan botol agar gak terlalu terkejut saat disapih dan kemudian saat 2,5 tahun sudah harus pakai gelas. Awalnya sih nangis terus, karena dengan gelas gak bisa minum dengan santai, sambil tiduran nonton TV, tapi akhirnya mereka mau juga, walau tetap butuh perjuangan selama 2 minggu menahan rengekan anak.
Kebiasaaan minum susu menjelang tidur bukanlah milik Ena dan Ino saja, aku rasa hampir setiap anak punya kebiasaan ini. Ini yang harus diwaspadai para ibu jangan sampai gara gara botol susu anak kita terkena BABY BOTTLE SYNDROME. Weleh..syndromenya tuh bikin ngeri…apa sih syndrome ini….ini dia penjelasannya. Eng ing enggggggg……

Baby bottle syndrome (rampant caries) adalah kerusakan gigi pada anak anak dibawah 3 tahun yang terjadi dengan cepat disebabkan oleh seringnya gigi terkena cairan yang mengandung gula. Gigi yang sering menderita adalah 4 gigi seri atas. Syndrome ini timbul disebabkan oleh kebiasaan anak membawa botol susunya dalam keadaan terisi dengan susu atau jus saat akan tidur, dan kemudian si anak tertidur saat masih minum lewat botolnya. Nah ini nihhhh…karena tertidur maka akan timbul genangan minuman manis yang merendam gigi, dan kemudian gula dalam minuman itu diubah oleh bakteri yang memang sudah ada dalam mulut menjadi asam. Dan…asam inilah yang kemudian merusak gigi anak.

Kadang timbul pertanyaan, “anak saya ngedot dan giginya berlubang, anak mbak fulana kok nggak ya…padahal sehari bisa 4 -5 kali bikin susunya?”. Ini tergantung sekali dengan kebiasaan anak. Saat anak minum susu dalam kondisi sadar, kita dapat memberikannya air untuk diminumnya setelah minum susu, dan air ludah juga dapat membantu membilas gigi yang terkena cairan manis, tetapi pada saat anak tidur, minuman mengenangi mulut dan aliran air ludah sangat berkurang sehingga tidak ada cairan yang mampu membilas gigi dari gula.Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gigi berlubang. Tanda awal dari proses ini adalah adanya bercak yang lebih putih (seputih kapur) pada gigi di daerah sekitar gusi pada 4 gigi depan atas. Pengapuran ini disebabkan oleh proses dekalsifikasi lapisan enamel gigi oleh asam. Jika tidak dirawat maka gigi akan jadi gigis, berlubang, sakit dan pada akhirnya tinggal akarnya saja.

Tidak hanya berhenti di situ, gigi depan yang tinggal akar itu masih dipergunakan oleh anak untuk menggigit, dan makan hingga akar gigi tertekan dan dapat menyebabkan terjadinya abses, dan yang terburuk, akar gigi anak dapat menembus gusi dan bahkan dapat mengoyak mukosa bibir (bibir sebelah dalam).

Jika sudah sampai ada tahap ini, gigi tidak dapat diselamatkan lagi, dan harus dicabut.

Gigi susu penting fungsinya untuk mengunyah dan menggigit makanan, berbicara dengan benar dan menciptakan senyum yang indah dan menggenmaskan bagi anak anak. Tapi fungsi yang paling penting dari gigi susu adalah mempertahankan lengkung dan gigi dan ruang bagi pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi susu tanggal lebih awal dari seharusnya (biasanya mulai tanggal pada umur 6 tahun), maka lengkung gigi akan susah untuk dipertahankan, pertumbuhan rahang jadi kurang maksimal dan pada akhirnya dapat menyebabkan terjadi gigi berjejal alias berlapis lapis. Inilah yang menjadi alasan bagi dokter gigi untuk tetap mempertahankan gigi susu hingga tiba waktu gigi tersebut harus dicabut.

Hmmm…dah panjang banget nih, tapi..sebelum bosen nih yang baca, aku punya beberapa tips untuk menghindari terjadinya Baby Bottle Syndrome ini,

1. Hindari penggunaan gula pada susu atau jus untuk anak.
2. Usahakan anak tetap terjaga saat menikmati minuman dalam botolnya, setelah selesai beri air untuk membilas susu dalam mulutnya.
3. Biasakan anak untuk minum dengan gelas.
4. Bersihkan gigi anak, dengan kain kasa bila anak masih bayi dan ajarkan sikat gigi saat anak mulai mampu.


Menyingung sedikit tentang botol dan kempeng (palcifier), sebaiknya hindari penggunaan pada anak secara berlebihan. Untuk botol berikan saja saat dia perlu, untuk kempeng, maaf..ini sih tak ada gunanya. Kempeng selalu dikombinasikan dengan madu dalam penggunaannya dimasyarakat kita, selain dapat merusak gigi, penggunaan kempeng dan botol ini juga dapat merusak struktur bibir. Jika anak sudah sangat terbiasa menggunakan dua benda ini, bibir anak bisa terangkat dan akhirnya akan memberikan ekspresi yang buruk pada wajahnya…

Hmmm..dah panjang banget…aku sudahin aja dulu. Kalau ada yang penasaran pengen kasih masukan, plisss….kasih komen aja ya….sama sama nih kita belajar disini….


Dedecated for IBSN : Berbagi itu Indah, walau apapun bentuknya….

Selasa, 26 Agustus 2008

NGisep Jari, jangan ya....Nakkkkkk

Hari ini sebel banget. Napa?..Speedy berubah jadi Slowdy…lemot lambreta lambat.
Bayangin, Cuma mau ‘connect’ aja aku sampe mesti restart komputer 2 kali. Dialog box yang keluar terus error 616 (kalo gak salah itu kodenya): line busy. Sekali bisa connect, ya ampyyunnnnnn…..lambat banget. Gak pernah nih lambatnya kek gini.
Kalo gak gara-gara Desa Mau Mulut dalam kondisi siaga 3 karena terakhir update statusnya di serang, dan takut gudang aku kebobolan lagi karena crannynya gak cukup besar menampung sumber daya, rasanya males banget buka internet. Tapi syukurlah, biar lemot bisa juga nyelamatin sumber daya Desa Bau Mulut dari rampokan Desa Revenge yang kemaren lumayan berhasil merampok dari desa ku. Yawdah…Travian dah kelar. Biar gigit jari tu penyerang gak dapat apa apa kali ini…hehehehhehe.

Omong omong soal gigit jari, aku jadi dapet ide untuk postingan aku kali ini.
Hubungan mengisap jari dengan kerusakan gigi, begitu kira kira themanya..hihihihi, gigi lagi-gigi lagiiiiiiii…..Tapi ini perlu lho…karena kebiasaan satu ini kerap sekali kita temui pada anak anak kita. Pada awalnya kita membiarkan dengan alasan ‘memang begitulah anak-anak’, tapi kemudian kita menjadi cemas saat kebiasaan itu tidak hilang seiring dengan waktu, malah jadi bertambah parah hingga anak tidak bisa tidur kalau tak isap jari misalnya. Kenapa eh kenapa mengisap jari dilarang????Karena eh karena merusak kecantikannnnnn…yahhhh…jadi nyanyi lagu dangdutnya Rhoma Irama…hihihihi.

Yup..menggigit kuku, mengisap jari dan bernafas lewat mulut bisa menyebabkan perubahan susunan gigi yang pada akhirnya dapat mengganggu estetika wajah dan menyebabkan kerusakan gigi. Gimana sih ceritanya…?????

Pada masa kanak-kanak, tulang wajah kita masih dalam pertumbuhan, dimana bila ada gangguan arah pertumbuhan terutama pada mulut maka akan sangat berpengaruh pada struktur susunan giginya.

Anak yang mengisap jari cendrung meletakkan jarinya diantara gigi gigi depannya selama berjam-jam dalam sehari.

Kondisi ini akan menyebabkan tertahannya pertumbuhan gigi gigi depannya oleh jari dan ini akan mengakibatkan beberapa kondisi, seperti gigitan gigi anterior yang terbuka dan gigitan dalam. Variasi cara mengisap jari akan menimbulkan gangguan pertumbuhan yang berbeda pada masing masing anak.

Deformasi pertumbuhan juga akan tampak pada anak yang memiliki kebiasaan mengisap bibir atas, biasanya akan menyebabkan gigitan dengan klasifikan klas III Angle dimana rahang bawahnya akan lebih maju dari rahang atas dan gigi depan atasnya akan masuk ke dalam.

Dan pada anak anak yang mengisap bibir bawah akan menyebabkan timbulnya gigi yang ‘tonggos’ disertai dengan gigitan yang ‘deep over bite’.
Deformasi pertumbuhan gigi juga dapat ditimbulkan oleh pencabutan gigi pada anak anak. Hmmmm…kita akan bahas tentang ini pada postingan aku selanjutnya ya…..sekarang aku dah ngantuk……………..

Kamis, 21 Agustus 2008

Lagu....

Kemarin malam abis nonton the Devil Wear Prada, aku hunting acara bagus di TV. Dan remote berhenti di sebuah channel dengan musik yang familiar banget di telingan sejak aku SMP. Global TV ada The A Team, aku berhenti dan mengamati lebih teliti, lha....bukan tho…Cuma soundtracknya doang.

The A Team tu memang top banget jaman SMP dulu. Masih jaman jayanya TVRI tu…Serial Genre action gini kalo jaman sekarang sih dah basi, tapi jaman akhir tahun 80-an aku rasa banyak banget penggemarnya. Yang bikin seru tu, selain aksi laga dan modifikasi
mobil, juga kekonyolan pentolan The A Team itu sendiri yang karakternya beda beda banget. Mereka semuanya pelarian dari penjara, Hannibal yang jadi Bossnya selalu bisa ngatasin temen-temennya yang sableng, Face yang sok ganteng (lumayanlah kalo jaman dulu…), BA yang kasar dan kuat tapi hatinya lembut boooo, dan yang terakhir yang paling aku suka, Murdock yang setengah gila, cagil dan suka berantem sama BA. Nih Film selalu di tunggu kehadirannya di TV, sampe bela-belain tidur siang dan bikin PR cepat cepat biar diizinkan ortu nonton.

Back ke soundtrack tadi, ada dua soundtrack yang aku suka. The A Team dan Unara Unara dari Jewel in The Palace. Gak tau napa, seneng aja dengerin lagu korea nih. Ternyata gak hanya aku, bang Eja dan Ena juga.

Nah kalo ada soundtrack lagu yang paling aku suka, ada juga nih lagu yang aku sukai sekaligus paling aku sebelin. Alasannya, nih lagu gak pernah bisa aku nyanyikan dengan benar, saking cepatnya nada lagu dan dalam bahasa inggris lagi. Making Love Out of Nothing at All. Tu kan ada syair yang pengucapannya cepet banget, halah,,,kepelintir lidah nyanyiinnya….hihihihihihi. Mo nyobain…….nih dia
Sorry nih, aku pilih versi Bonnie Tyler, soalnya klipnya lebih santun.


MAKING LOVE OUT OF NOTHING AT ALL (Air Supply)

I know just how to whisper
And I know just how to cry
I know just where I find the answers
And I know just how to lie
I know just how to fake it
And I know just how to scheme
I know just when to face the truth
And then I know just when to dream
And I know just where I touch you
And I know just what to prove
I know when to pull you closer
And I know when to let you loose

And I know the night is fading
And I know the time�s gonna fly
And I�m never gonna tell you everything I gotta tell you
But I know I�ve got to give it a try

And I know the roads to riches
And I know the ways to pain
I know all the rules and then I know how to break�em
And then I always know the name of the game

But I don�t know how to leave you
And I�ll never let you fall
And I don�t know how you do it
Making love out of nothing at all

Making love
Out of nothing at all
Making love
Out of nothing at all
Making love
Out of nothing at all
Making love
Out of nothing at all
Making love
Out of nothing at all
Making love
Out of nothing at all

Everytime I see you, well the rays of the sun are all
Streaming through the waves in your hair
And every star in the sky is taking aim at your eyes
Like a spotlight
The beating of my heart is a drum and it�s lost
And it�s looking for a rhythm like you
You can take the darkness from the deep of the night
And turn it to a beacon burning endlessly bright
I gotta follow it �cause everything I know
Well, it�s nothing �till I give it to you

I can make the runner stumble
I can make the final block
And I can make every tackle at the sound of the whistle
And I can make all the stadiums rock

I can make tonight forever
Or I can make it disappear by the dawn
And I can make you every promise that�s ever been made
And I can make all your demons be gone

But I�m never gonna make it without you
Do you really wanna see me crawl ?
And I�m never gonna make it like you do
Making love out of nothing at all

Making love
Out of nothing at all...

Minggu, 17 Agustus 2008

Daun Pepaya Gak Pahit Lagi…


Aku punya pengalaman tak enak dengan daun pepaya.

Jaman SMA dulu pernah disuruh masak uwak aku. Aku tinggal dengan uwak waktu itu karena di tempat asal aku gak aada SMA. Secara anak SMA gak pinter masak, dan yang dimasak waktu itu gulai daun ubi ditambah dengan bunga dan daun pepaya, maka hancurlah hasilnya, pahit…padahal daun dan bunga pepayanya sudah aku rebus dengan daun jambu sesuai dengan petuah si uwak. Alhasil uwak aku yang emang sudah terkenal cerewetnya di seantero keluarga kami, marah besar, dan tu gulai dibuang di depan mataku. Sejak itu aku gak pernah masak daun pepaya padahal aku suka rebusannya apalagi batang muda pepaya, kalau di campur dengan bumbu pecal, wah sedap kaliii……..

Seminggu setelah menikah, kami makan bersama di meja makan mertuaku. Salah satu menunya rebusan daun ubi/singkong di campur daun pepaya. Aku menikmatinya dan heran..kok gak ada pahit pahitnya…???????Kok Bisa????
Ternyata rahasianya dicara membersihkan daun pepayanya. Menurut OmpungMa (begitu biasanya ena dan ino menyapa neneknya), yang bikin pahit daun pepaya itu adalah urat daun yang ada pada daun pepaya. Jadi buang saja urat daun pepayanya. Gak bisa semua, pastinya. Jadi buang aja urat daun yang kasar, seperti urat tengah dan sisi kiri kanannya yang bisa terbuang, dengan demikian hasil menyiangi daun pepaya menjadikan daunnya tercabik cabik.

Gak hanya selesai disitu, sebelum diolah lebih lanjut, daun pepaya harus direbus dalam air mendidih yang telah dibubuhi terasi. Semakin banyak terasi dibubuhkan akan semakin hilang pahitnya. Aku sih biasanya, untuk sekitar 100 gr, daun pepaya pakai terasinya sekitar 1 sendok makan. Daun pepaya dimasukkan ke air kalau terasinya sudah hancur, atau akan lebih baik kalau terasinya dihancurkan dulu agar lebih menghemat energi. Nah, kalau daunnya sudah lembut, sudah bisa dipakai untuk masakan lain atau langsung disantap sebagai rebusan. Cara ini juga bisa dipakai untuk menghilangkan pahit bunga pepaya.

Sejak tau tentang ini, aku jadi gak takut lagi masak gulai daun ubi ditambah dengan daun dan bunga pepaya.

Sabtu, 09 Agustus 2008

Kok Berdarah ya...???

Lama gak update nih blog, kali ini aku ingin cerita dikit tentang rongga mulut dan orang hamil. Kenapa mesti orang hamil sih??? Abis…aku baru ketemu pasien dengan kondisi mulut yang memprihatinkan, dan pasien itu sedang hamil, dan ini memberi aku inspirasi untuk mengangkat topik ini dalam postingan aku kali ini…duh…. Panjang banget penjelasannya…

Tak seperti orang kebanyakan, orang hamil memiliki kecendrungan yang lebih tinggi untuk menderita pendarahan gusi dimana pendarahan itu akan berkurang dengan sendirinya setelah sang ibu melahirkan. Radang gusi pada orang hamil ini disebabkan oleh peningkatan vaskularisasi alias peredaran darah pada gusi, sehingga dengan sedikit rangsangan saja dapat menyebabkan pendarahan.


Peradangan ini dapat semakin parah jika dalam mulut ibu bersemayam karang gigi yang menjadi tempat tinggalnya kuman bakteri. Bukan hanya karang gigi saja yang memperparah kondisi ini, muntah-muntah yang biasanya di alami oleh ibu hamil juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan peradangan dan merusak gigi. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan keasaman dalam mulut jika sang ibu muntah. Meningkatnya keasaman dalam rongga mulut dapat mempengaruhi kerentanan gigi terhadap serangan karies atau gigi berlubang.


Selain gusi yang berdarah, perubahan hormon pada ibu hamil juga dapat menyebabkan timbulnya pregnancy tumor.Perempuan yang memiliki riwayat penyakit gusi memiliki resiko yang lebih besar untuk menderita pregnancy tumor. Kombinasi perubahan hormon, dalam hal ini meningkatnya progesteron, dan kebersihan mulut yang buruk tidak hanya dapat menimbulkan pregnancy tumor tetapi juga radang gusi (gingivitis) dan radang jaringan periodontal (periodontitis).



Beberapa hal perlu dilakukan ibu hamil untuk mencegah kerusakan gusi dan gigi pada saat kehamilan.
1. Bila muntah, segera kumur dengan air hangat.
2. Jangan mengunyah permen untuk menghilangkan rasa ingin muntah.
3. teratur menyikat gigi.
4. Hindari makan makanan yang asam, karena akan meningkatkan keasaman dalam rongga mulut. Kalau ingin mangga, pilihlah mangga yang sudah matang dan manis.
5. Segera menyikat gigi setelah mengkonsumsi makanan manis, karena makanan manis akan diurai bakteri dan pada akhirnya juga akan meningkatkan keasaman rongga mulut.
6. Konsumsi vitamin C yang cukup, karena dapat menguatkan dinding pembuluh darah sehingga tidak mudah pecah dan menyebabkan pendarahan gusi.

Sabtu, 02 Agustus 2008

Ini tentang aku

Lama gak update, kali ini ingin postingkan survey berikut.

Hal hal sepele yang kayaknya gak penting banget.....